Banda Aceh - Untuk mencukupi kebutuhan beras keluarga miskin (raskin) di Aceh, Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Aceh memasukkan beras impor dari Vietnam, di mana dalam dua hari ini akan tiba lagi 12.000 ton melalui Pelabuhan Malahayati Krueng Raya, Aceh Besar dan Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara. Menurut Kadivre Bulog Aceh, Ir Fachriani MSi, dari 12.000 ton jatah bulan ini, dijadwalkan tiba di Pelabuhan Malahayati Krueng Raya sebanyak 6.750 ton pada hari Rabu (15/12). Sedangkan 5.250 ton lagi melalui Pelabuhan Krueng Geukueh pada 17 Desember. Beras impor dari Vietnam untuk Aceh hingga Desember 2010 sebanyak 30.000 ton.
Selain impor dari Vietnam, Perum Bulog Divre Aceh juga membeli beras pengadaan dalam negeri dari kilang-kilang padi di Aceh yang realisasinya sampai sekarang 39.112 ton yang disalurkan ke 23 kabupaten/kota di Aceh. Jumlah tersebut sudah mencukupi untuk penyaluran hingga Desember 2010 dan persediaa hingga Maret 2011. Menurut Fachriani, pihaknya berharap ke depan kebutuhan raskin untuk Aceh bisa diserap dari hasil produksi Aceh sendiri.
Fachriani merincikan, kebutuhan raskin untuk Aceh mencapai 90.058 ton setahun. Pada 2010, kebutuhan itu selain dari pengadaan dalam negeri dan stok Perum Bulog Divre Aceh juga didatangkan dari Bulog Divre Jatim serta impor 30.000 ton dari Vietnam. Sementara menurut Dirjen Bea dan Cukai Aceh, Oentarto Wibowo MPA, pihaknya sudah siap menunggu ketibaan beras impor dari Vietnam di Pelabuhan Malahayati yang semula dijadwalkan pada 13 Desember. Untuk RKSP (Rencana Kedatangan Sarana Pengangkutan) dan PIB (Pemberitahuan Impor Barang), sudah diajukan Bulog. Ketika kapal merapat di pelabuhan, Dinas Pertanian melakukan pemeriksaan dan karantina, satu hingga dua hari. Baru kemudian petugas kita mengecek biayanya dan menimbang muatan apakah sesuai dengan yang dibayar melalui bank atau tidak. (serambinews.com)
|