Palembang – Sebanyak 16.678 siswa kurang mampu di Sumsel kini bisa bernapas lega. Kepala Seksi Pembinaan Sekolah Menengah Atas (SMA) Dinas Pendidikan Sumsel Yanuar Ramdhani menyatakan, bantuan bagi mereka sudah bisa dicairkan pekan ini. Bantuan khusus murid miskin (BKMM) ini diberikan kepada dua kategori penerima, yakni siswa yang telah masuk data (reguler) dan siswa tambahan.Untuk siswa reguler, pencairan kali ini merupakan pencairan tahap kedua, periode Juli–Desember. Masing-masing siswa akan menerima sebesar Rp360.000. Sementara, siswa tambahan diberikan bantuan untuk satu tahun, yakni sebesar Rp720.000. Saat ini miliaran dana bantuan tersebut sudah ditransfer ke kepala sekolah sehingga para siswa yang berhak menerima bantuan lebih mudah melakukan pencairan.
Bantuan ini dikucurkan untuk membantu kelangsungan proses belajar siswa kurang mampu. Jadi, tidak ada alasan lagi bagi siswa kurang mampu keluar dari sekolah dengan alasan keterbatasan biaya. Ini sekaligus menekan laju pertumbuhan angka anak putus sekolah di Sumsel. Dari 16.678 siswa yang mendapatkan bantuan, siswa di kota Palembang menjadi penerima terbanyak, dengan jumlah 5.068 orang. Kemudian, Muaraenim sebanyak 988 serta Musi Banyuasin 816 orang,Ogan Komering Ilir 813 orang, Lahat 780 orang, Ogan Komering Ulu Timur (OKUT) 709, Banyuasin 706, Ogan Komering Ulu (OKU) 653 orang,Musi Rawas 666 orang, Lubuk Linggau 546 orang, Ogan Ilir (OI) 472 orang, Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) 426 orang,Empat Lawang 400 orang.
Data tersebut belum termasuk jumlah penerima tambahan sebanyak 2.986 orang. Sementara menurut Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Tinggi Dinas Pendidikan Sumsel Widodo, dana itu sebaiknya digunakan dengan baik oleh para siswa penerima. Khususnya, untuk membeli barang kebutuhan sekolah yang bermanfaat, misal-nya seragam atau buku penunjang lain. Dengan begitu, program pemerintah mengurangi angka putus sekolah bisa segera diwujudkan. (seputar-indonesia.com)
|