Kediri - Sekitar 200 hektare sawah di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, rusak diserang hama wereng. Riono, salah seorang petani asal Desa Sambiresik, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, Senin, mengemukakan, tanaman padinya yang masih berusia 40 hari rusak. "Serangannya sangat cepat. Awalnya menyerang akar,lalu merembet ke batang dan daun. Jadinya tanaman berwarna keputih-putihan seperti kena jamur,lalu mati," katanya mengungkapkan. Ia memprediksi, besar kerugian yang dideritanya dari lahan seluas satu hektare mencapai Rp5 juta. Kerusakan itu meliputi biaya selama tanam, pemberian pupuk, hingga obat. Hal senada juga diungkapkan petani lainnya, Nurhasan. Ia juga mengatakan, terpaksa membabat tanaman padinya karena sudah tidak bisa diselamatkan lagi. "Tanaman padi terpaksa saya babat, karena memang kondisinya sudah tidak bisa diselamatkan," ujarnya. Selain di Kecamatan Gampengrejo, serangan hama wereng juga terjadi di beberapa kecamatan lainnya. Serangan hama tersebut menyebabkan 82,51 hektare sawah rusak ringan, 1,68 hektare rusak sedang, 3,84 hektare rusak berat, dan 3,9 hektare sawah puso atau gagal panen. Pelaksana tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kediri Edhi Purwanto mengatakan, pemerintah sudah berupaya untuk menekan serangan hama itu, dengan berbagai obat. Ia juga berharap, petani bisa memanfaatkan lahannya untuk ditanami dengan tanaman lainnya, selain padi. Hal itu bisa digunakan untuk mencegah serangan hama wereng kembali terjadi. "Upaya pemantauan perkembangan serangan hama wereng terus kami lakukan. Kami coba tekan penyebarannya dan melakukan pengendalian dengan penyemprotan, kami harap itu bisa menekan," kata Edhi. (Antaranews.com)
|