Jakarta - Perum Bulog membantah mulai melambungnya harga beras pada Mei 2011 ini disebabkan kurangnya pasokan beras di Bulog. Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso menyatakan pasokan beras di Gudang Bulog masih dalam keadaan normal, yaitu sekitar 1,7 juta ton. Sutarto menjelaskan pasokan untuk masyarakat tidak sepenuhnya dari Bulog. Menurut dia, Bulog hanya mampu menyediakan beras kurang dari 10% dari kebutuhan masyarakat. Selebihnya, beras disediakan para pedagang beras lainnya. Hal inilah yang menyebabkan kenaikan harga beras mulai bulan ini di mana ketersediaan beras di pedagang yang mulai menipis.
Sebelumnya, Kepala BPS Rusman Heriawan menyatakan harga beras mulai menunjukkan tren kenaikan. Begitu juga dengan gula yang memberikan tekanan terhadap inflasi. Kenaikan harga pertamax dan harga emas perhiasan juga memberikan sumbangan inflasi, tetapi tidak signifikan mengingat porsi kedua komoditas tersebut yang kecil dalam perhitungan inflasi. Namun, Rusman menilai potensi deflasi masih sangat besar meskipun tidak lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Hal tersebut ditopang harga pangan lainnya yang cenderung turun. (lampungpost.com)
|