Senin, 28 Mei 2012
Pemkab Lebak Terus Lakukan Gerakan Penghijauan Secara Swadaya
Senin, 28 Februari 2011 03:46
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 28/2 (SIGAP) - Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan setempat terus melakukan gerakan penghijauan secara swadaya untuk mencegah terjadi kerusakan hutan dan alam.

Kepala Bidang Produksi Kehutanan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Lebak, Asep Mauladi di Rangkasbitung, Minggu (27/2) menjelaskan, selama 2010 dinasnya telah melakukan gerakan penghijauan mencapai 4,1 juta hektare di lahan milik masyarakat dan bantaran sungai serta daerah tangkapan air.

Asep mengatakan, pihaknya tak henti-hentinya memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar gemar menanam pohon di lahan miliknya, selain bisa melestarikan lingkungan hutan dan alam juga dapat meningkatkan ekonomi.

Penghijauan tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengantisipasi pemanasan global, terlebih wilayah Kabupaten Lebak sebagai daerah resapan air juga kawasan konservasi sumber daya alam.

Selain itu areal lokasi hutan di Kabupaten Lebak sangat luas di Provinsi Banten.

"Jika tidak dilakukan gerakan penghijauan tentu sangat berpotensi menimbulkan bencana alam, seperti banjir, longsor dan kekeringan," katanya.

Menurutnya, pemerintah daerah selalu peduli untuk melestarikan hutan dan alam melalui berbagai program kegiatan penghijauan. Sebab gerakan penghijauan secara langsung berdampak positif terhadap pelestarian lingkungan alam dan hutan.

Di samping itu juga memiliki nilai ekonomis yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari hasil produksi tanaman tersebut.

Pemerintah daerah terus mendorong warga agar melakukan gerakan penanaman dengan memanfaatkan lahan miliknya untuk ditanami jenis tanaman keras, seperti albazia, mahoni, jati dan hortikultura.

Tanaman tersebut tentu dalam beberapa tahun ke depan bisa menghasilkan.

Dirinya mencontohkan, tanaman albazia bisa berproduksi antara empat sampai lima tahun bahkan harga per kubik kayu albazia mencapai Rp1,2 juta.

Bahkan, setiap hari ribuan kubik kayu albazia diangkut kendaraan ke luar daerah, seperti Jakarta, Serang, Tangerang, Bekasi dan Karawang.

Kayu albazia bisa dijadikan bahan bangunan rumah, furniture dan pengelolaan kerajinan rumahan.

"Kayu albazia ini tidak habis-habisnya diangkut ke luar daerah," ujarnya.

Didi (43), seorang pedagang kayu warga Cilograng, Kabupaten Lebak, mengaku ia setiap hari memasok kayu albazia ke Sukabumi dan Bogor untuk dijadikan bahan industri kerajinan.

"Pohon albazia itu kami dapat dari petani dengan sistem borongan," katanya.

Sementara itu, sejumlah petugas penyuluh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Lebak mengaku selama ini masyarakat cukup tinggi untuk melakukan gerakan penghijauan karena bisa menghasilkan ekonomi dengan menjual hasil produksinya.

Selama ini, aneka jenis kayu-kayuan dari Kabupaten Lebak dipasok ke luar daerah hingga ratusan truk setiap hari.

"Kami tahun ini warga secara swadaya mengembangkan gerakan penghijauan seluas 4.500 hektare jenis tanaman albazia dan lima tahun ke depan bisa menghasilkan uang," kata Komarudin, petugas penyuluh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita