Senin, 28 Mei 2012
Dinkes: Kasus DBD Di Bengkulu Meningkat 50%
Minggu, 27 Februari 2011 12:27
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 27/2 (SIGAP) - Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Karimel Sinambela, Minggu (27/2) mengatakan, dinasnya mencatat kasus Demam Berdarah Dengue selama Februari 2011 meningkat 50% dibandingkan Januari 2011.

"Selama Januari 2011 tercatat 20 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang menyerang warga daerah ini, sedangkan hingga 27 Februari 2011 kasus DBD meningkat menjadi 30 orang," jelas Karimel.

Hal ini menurutnya, diduga karena tidak ada kegiatan fogging atau pengasapan untuk membasmi nyamuk aedes aegypti didaerah setempat.

Dirinya menjelaskan, salah satu penyebab peningkatan kasus DBD di Kota Bengkulu dikarenakan belum turunnya anggaran untuk Dinas kesehatan sehingga pihaknya tidak bisa melakukan fogging atau pengasapan hingga saat ini.

"Pada 2011 ini Dinas Kesehatan Kota Bengkulu mengusulkan anggaran untuk melakukan kegiatan fogging sebanyak 300 kali untuk disetujui dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), namun hingga hari ini kami belum mengetahui berapa dana yang akan diterima," ujarnya.

Dirinya mengatakan, saat ini warga Kota Bengkulu terpaksa melakukan pengasapan dengan menggunakan dana yang dikumpulkan secara sukarela untuk biaya operasional pengasapan tersebut. Adapun racun dan peralatan pengasapan disediakan Dinas Kesehatan Kota Bengkulu.

"Peningkatan kasus DBD pada februari 2011 dibandingkan Januari 2011 sudah mengkhawatirkan, apalagi selama dua bulan ini sudah tiga warga yang meninggal dunia karena penyakit tersebut. Bila kondisi tersebut dibiarkan maka akan semakin banyak warga yang terjangkit DBD," ujarnya.

Warga yang meninggal dunia tersebut adalah Nabila Putri (10 tahun) warga Jalan MT Haryono Kelurahan Kampung Bali, Gibran (10 bulan) warga Jalan Mayjend Sutoyo Kelurahan Tanah Patah dan Dodi Riski (18 tahun) warga Jalan Sukamaju Kelurahan Padang Serai Kota Bengkulu.

"Mereka meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah M Yunus Bengkulu dan Rumah Sakit Rafflesia Bengkulu," katanya.

Dirinya menjelaskan, warga Kota Bengkulu yang meninggal dunia akibat Demam Berdarah selama bulan Januari 2011, sama dengan yang terjadi pada bulan Januari 2010 lalu yakni 3 orang.

"Pada Januari 2010 warga yang meninggal dunia akibat demam berdarah yakni Nadia (8 tahun) warga Jalan Raya Padang Kemiling Kelurahan Pekan Sabtu, Ester (34 tahun) warga Jalan Kinibalu Kelurahan Kebun Tebeng dan Aisyah (60 tahun) warga Kelurahan Rawa Makmur Permai," katanya.

Selama Januari dan Februari 2011 warga yang terserang Demam Berdarah berusia antara sembilan bulan hingga 48 tahun. Mereka bertempat tinggal di Kelurahan Lingkar Barat, Kampung Bali, Pengantungan, Sukarami, Pasar Melintang, Nusa Indah, Cempaka Permai, Pagar Dewa, Timur Indah, Sawah Lebar, Tanah Patah, Padang Serai, Jalan Gedang, Kebun keling, Sidomulyo dan Kebun Kenanga Kota Bengkulu. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita