Senin, 28 Mei 2012
Puskemas Rangkasbitung Sisir Daerah KLB Diare
Minggu, 27 Februari 2011 12:15
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 27/2 (SIGAP) - Puskesmas Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, menyisir daerah kejadian luar biasa (KLB) diare yang menyerang ratusan warga Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Rangkasbitung.

Demikian dikatakan Kepala Puskesmas dr Budhi Mulyanto di Rankasbitung, Minggu (27/2).

Menurutnya, pihak Puskesmas selama 6 hari terakhir mencatat 180 orang penderita diare dan tidak menimbulkan korban jiwa. "Mereka cepat mendapat perawatan medis," kata  Budhi.

Puskesmas, katanya, terus menyisir pemukiman penduduk untuk menemukan korban diare guna dibawa ke posko kesehatan maupun RSUD Adjidarmo Rangkasbitung.

Dirinya menyatakan, diare di daerah tersebut sudah pada tahap mengkhawatirkan karena telah menyerang penderita hingga ratusan orang.

Petugas medis terus bertindak cepat untuk menyelamatkan korban diare dengan pemberian infus serta oralit dan obat antibiotik, katanya.

"Alhamdulillah, selama ini penderita yang dirawat di posko kesehatan dan RSUD Adjidarmo sudah pulang ke rumah masing-masing," katanya.

Dirinya terus mengoptimalkan penyuluhan dan sosialisasi tentang pencegahan penyakit diare.

Penyebaran diare, katanya, terjadi karena tingkat kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan dan pola perilaku hidup bersih dan sehat masih rendah.

Selama ini Kabupaten Lebak kerap terjadi penyebaran diare bahkan sampai pada tahap KLB, katanya.

Untuk mengantisipasi penyebaran diare maka diperlukan penyuluhan kesehatan pada masyarakat, katanya.

Dirinya menyebutkan, penyebaran penyakit diare disebabkan oleh bakteri, virus, dan parasit, yang ditularkan melalui makanan dan minuman.

Selain itu bisa juga akibat kontaminasi dari satu penderita ke orang sehat lain, katanya.

Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Suhartini mengaku hingga kini belum tahu pasti penyebaran diare di Desa Pasir Tanjung, meskipun mereka terjangkit setelah makan jamuan di salah satu rumah warga yang menggelar pernikahan pada Minggu (20/2).

"Kami saat ini sudah mengambil sampel air dan kotoran penderita untuk dilakukan penelitian di Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Jakarta," ujarnya.

Berdasarkan catatan SIGAP, diare kebanyakan disebabkan oleh beberapa infeksi virus tetapi juga seringkali akibat dari racun bakteria. Dalam kondisi hidup yang bersih dan dengan makanan mencukupi dan air tersedia, pasien yang sehat biasanya sembuh dari infeksi virus umum dalam beberapa hari dan paling lama satu minggu.

Namun untuk individu yang sakit atau kurang gizi, diare dapat menyebabkan dehidrasi yang parah dan dapat mengancam-jiwa bila tanpa perawatan. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita