Senin, 28 Mei 2012
Dinas Peternakan: Flu Burung Ancam Ternak Unggas Di Jambi
Minggu, 27 Februari 2011 12:09
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 27/2 (SIGAP) - Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jambi, Husni Jamal di Jambi, Minggu (27/2) mengatakan, wabah flu burung menjadi ancaman serius bagi peternak unggas di Provinsi Jambi, dan kini penyakit itu telah menular ke banyak ternak di sejumlah daerah.

Dirinya mengatakan, wabah flu burung rawan berkembang atau mewabah pada saat musim panca roba seperti sekarang.

"Sejumlah daerah seperti Kota Jambi, Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci telah berkembang penyakit tersebut, dan bisa meluas dengan cepat, bila tidak segera diantisipasi," katanya.

Dirinya menjelaskan, wabah flu burung menyerang ternak unggas, dan menyebabkan kematian massal, serta bisa menularkan pada manusia.

"Flu burung merupakan penyakit berbahaya, karena bisa menular pada manusia dan menyebabkan kematian, sehingga butuh perhatian serius semua pihak," ujarnya.

Secara intensif pemusnahan virus penyakit berbahaya pada ternak unggas itu terus dilakukan dengan berbagai kegiatan di antaranya vaksinasi dan sanitasi.

Tenaga penyuluh dan tim medis hewan disiagakan di tiap kecamatan, yang rutin memantau perkembangan ternak unggas yang diusahakan warga.

Penyuluh dan tenaga medis hewan itu, secara rutin turun ke lapangan hingga pelosok desa untuk memantau perkebangan ternak masyarakat, supaya bisa dapat diatasi sejak dini bila terdeteksi penyebaran penyakit tersebut.

Selain itu pengawasan arus lalulintas hewan dari berbagai daerah dengan melibatkan tim terpadu yang disiagakan pada pos-pos pengawasan dan karantina hewan juga terus dilakukan.

"Peternak juga terus diimbau untuk meningkatkan sanitasi dan vaksinasi ternaknya, dan hal itu terus dipantau dan diawasi oleh petugas Dinas Peternakan," kata Husni Jamal.

Berdasarkan catatan SIGAP, seperti yang diperoleh dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen kesehatan RI, pencegahan pada unggas dapat dilakukan dengan cara pemusnahan unggas/burung yang terinfeksi flu burung dan vaksinasi pada unggas yang sehat.

Sedangkan pada manusia, terutama kelompok yang berisiko tinggi adalah para pekerja peternakan dan pedagang. Untuk itu sangat disarankan untuk mencuci tangan dengan desinfektan dan mandi sehabis bekerja, hindari kontak langsung dengan ayam atau unggas yang terinsfeksi flu burung, menggunakan alat pelindung diri (contoh masker dan pakaian kerja), meninggalkan pakaian kerja ditempat kerja, membersihkan kotoran unggas setiap hari serta malakukan imunisasi.

Sedangkan bagi masyarakat umum perlu menjaga daya tahan tubuh dengan memakan makanan bergizi dan istirahat cukup, mengolah unggas dengan cara yang benar, yaitu dengan memilih unggas yang sehat (tidak terdapat gejala-gejala penyakit pada tubuhnya) dan memasak daging ayam sampai dengan suhu ± 800C selama 1 menit dan pada telur sampai dengan suhu ± 640C selama 4,5 menit. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita