Senin, 28 Mei 2012
BRI Bantaeng Tanam Pohon
Minggu, 27 Februari 2011 02:54
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 27/2 (SIGAP) - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Bantaeng melakukan penanaman pohon di sepanjang Pantai Lamalaka, Bantaeng, Sabtu (26/2).

Kegiatan bertajuk Go Green BRI Bantaeng Satu Pohon Seribu Jiwa tersebut merupakan wujud kepedulian jajaran BRI untuk turut mengambil bagian dalam menghijaukan Kota Peraih Adipura ini.

Penanaman 500 pohon jenis ketapang tersebut diikuti Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah, Pemimpin BRI Bantaeng Widayat, Sekda HM Yasin, dan unsur Muspida di daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini.

Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah menyambut baik kepedulian jajaran BRI di wilayah kerjanya yang ingin melihat kota ini tetap hijau. "Saya berharap, penghijauan ini tak hanya dilakukan di kota tetapi juga hingga ke gunung," pintanya.

Menurut Bupati, bila semua memberi dukungan seperti yang dilakukan BRI, Adipura dapat dipertahankan dan tidak tertutup kemungkinan kita bisa meraih Adipura Kencana.

Bupati mengingatkan, pohon yang ditanam ini dapat dijaga dan dipelihara sebab menanam lebih mudah dibanding memelihara. "Menanam dan memelihara merupakan ibadah," tambahnya.

Bupati Bantaeng juga memberikan gambaran indahnya Pantai Lamalaka Bantaeng ini bila kelak tembus ke batas Kabupaten Jeneponto, Bantaeng diharapkan menjadi Water Front City.

Sebelumnya, Pemimpin BRI Cabang Bantaeng Widayat melaporkan kegiatan penanaman yang dipusatkan di sepanjang Pantai Lamalaka merupakan wujud kepedulian untuk menjadikan Kota Bantaeng sebagai kota hijau dan sejuk.

Dirinya berharap, lebih banyak lagi pohon yang dapat ditanam untuk menyejukkan kota sebagai partisipasi untuk mempertahankan Adipura.

Seperti diketahui kegiatan penanaman pohon merupakan bagian dari program yang dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Keppres Nomor 24 Tahun 2008 tentang “Hari Menanam Pohon Indonesia” Penanaman Satu Milyar Pohon (One Billion Indonesian Trees).  

Kegiatan yang dilaksanakan ini sebagai momentum strategis dalam upaya mengantisipasi perubahan iklim global, degradasi dan deforestasi hutan dan lahan, serta kerusakan lingkungan lainnya yang mengakibatkan penurunan produktivitas alam dan kelestarian lingkungan. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita