Senin, 28 Mei 2012
Jumlah Penderita Diare Di Lebak 235 Orang
Sabtu, 26 Februari 2011 15:43
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 26/2 (SIGAP) - Cahyana, petugas Posko Kesehatan Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Sabtu (26/2) mengatakan, jumlah penderita diare di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, selama 5 hari terakhir sebanyak 235 orang dari sehari sebelumnya 231 orang dan satu di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

"Warga yang terserang diare itu tersebar di tiga kecamatan, yakni Rangkasbitung, Cikulur dan Maja," katanya.

Cahyana mengatakan, dari 235 tersebut mereka dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Adjidarmo, Rumah Sakit Misi Rangkasbitung, Puskesmas Pamandegan, dan Posko Kesehatan Desa Pasir Tanjung.

Mereka para korban diare tercatat di Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Rangkasbitung tercatat 180 orang, Desa Muara Dua, Kecamatan Cikulur sebanyak 41 orang dan satu diantaranya meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Misi Rangkasbitung.

Sedangkan, penderita lainya warga Kecamatan Maja sebanyak 14 orang.

Saat ini, sebagian penderita diare sudah kembali pulang ke rumah karena kondisi kesehatanya membaik.

Namun, sebagian lainya masih dalam perawatan intensif tenaga medis Rumah Sakit, Puskesmas, Pukkesmas serta Posko Kesehatan Desa.

"Petugas medis saat ini hanya merawat pasien diare hanya delapan orang lagi dari jumlah 36 orang. Bahkan, Sabtu dinihari tadi merujuk atas nama Sunaiyah ke RSUD Adjidarmo Rangkasbitung," katanya.

Menurutnya, jumlah penderita diare di Desa Pasir Tanjung, Rangkasbitung mulai berkurang setelah banyak pasien yang dirawat kembali sembuh setelah menjalani pengobatan.

Namun demikian, pihaknya tetap melakukan pemantauan kepada pasien diare agar penyakit tersebut tidak kembali meluas.

Karena itu, tim gerak cepat (TGC) Puskesmas Rangkasbitung melakukan penyuluhan-penyuluhan di daerah endemik diare tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), termasuk sebelum makan terlebih dulu mencuci tangan.

Selain itu juga petugas medis juga mengajak warga agar menjaga kebersihan lingkungan dan tidak menggunakan air Sungai Ciberang untuk keperluan mandi, cuci dan kaku (MCK).

"Saya kira sepanjang membiasakan kebersihan lingkungan dan PHBS dipastikan tidak akan terjadi kejadian luar biasa (KLB) diare," ujarnya.

Kepala Puskesmas Rangkasbitung dr Budi Mulyanto mengatakan, munculnya kasus KLB diare tersebut setelah warga menyantap jamuan di salah satu rumah warga yang menggelar pesta pernikahan, pada Minggu (20/2).

Selama beberapa jam, kata dia, warga mengalami gejala buang air besar berkali-kali, mual, dan pusing hingga kondisi kesehatan penderita lemas.

"Sejak itulah mereka mendatangi Rumah Sakit, Puskesmas dan Posko Kesehatan," katanya.

Dirinya menjelaskan, kasus KLB diare di Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Rangkasbitung tidak memakan korban jiwa karena cepat dilarikan ke sejumlah rumah sakit dan pos kesehatan.

Sementara itu, Mumin, seorang penderita diare mengaku gejala buang air besar, mual-mual dan pusing setelah dua hari makan di salah satu rumah warga yang menggelar hajatan pernikahn.

"Kami seharian lebih dari 12 kali buang air besar dan mual-mual hingga kondisi badan lemas. Kami sejak dirawat kini sudah tidak buang air besar lagi," katanya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita