Senin, 28 Mei 2012
BMKG: Gelombang Tinggi Perairan Banten Selatan 3 Meter
Sabtu, 26 Februari 2011 15:38
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 26/2 (SIGAP) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan gelombang tinggi di perairan Banten selatan pada Sabtu malam hingga Minggu pagi mencapai tiga meter selama dua hari ke depan.

"Sedangkan kecepatan angin rata-rata 12 knot atau 24 kilometer per jam," kata analis cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Serang, Ropikoh, Sabtu (26/2).

Dirinya menyebutkan, prakiraan tinggi gelombang perairan Selat Sunda bagian selatan antara 2,0-3,0 meter dengan jarak pandang 4 sampai 6 kilometer.

Gelombang bergerak dari arah barat dan tiupan angin berkisar 3-12 knot.

Tiupan angin bergerak dari arah barat dengan cuaca berawan dan berpeluang hujan ringan pada sore hingga malam hari.

Suhu pada siang hari berkisar 24-32 derajat Celcius dengan kelembaban antara 60-90 persen.

Selama ini, perairan Selat Sunda atau Banten Selatan membahayakan bagi nelayan dan pelaku pelayaran karena tinggi gelombang mencapai tiga meter dan tiupan angin rata-rata 12 knot.

Karena itu, kata Ropikoh, pihaknya meminta nelayan di pesisir Pantai Labuan, Panimbang, Tanjung Lesung, Sumur, Ujungkulon, Binuangeun, Panggarangan, Bayah dan Sawarna untuk waspada.

Saat ini, BMKG memperingatkan cuaca di Perairan Banten Selatan waspada karena tiupan angin dan gelombang cukup tinggi.

"Sebaiknya nelayan perahu kecil tidak melaut untuk menghindari kecelakaan laut," ujarnya.

Dirinya menyebutkan, memburuknya cuaca perairan Salat Sunda atau Banten Selatan akibat adanya siklus badai diane yang terjadi perairan sebelah barat Australia.

Kondisi demikian, tentu menimbulkan gelombang tinggi dan tiupan angin kencang.

Sementara tinggi gelombang perairan Selat Sunda bagian Utara berkisar 1,0-2,0 meter sehingga dinyatakan relatif normal bagi nelayan di pesisir Ciwandan, Pulorida, Merak dan Anyer.

Tiupan angin rata-rata di perairan Banten Utara rata-rata 10 knot dan bergerak dari arah Barat.

"Selama ini kami menjamin pelayaran Kapal Ro-Ro dan Kapal Cepat yang melayani Pelabuhan Merak-Bakauheni relatif normal dan tidak membahayakan," katanya.(laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita