Senin, 28 Mei 2012
Dishut Bengkulu Targetkan Buat 268 Kebun Bibit
Jumat, 25 Februari 2011 07:31
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 25/2 (SIGAP) - Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu pada 2011 menargetkan membuat 268 unit kebun bibit rakyat, untuk mendukung penyediaan bibit penghijauan di daerah tersebut.

Pembuatan kebun bibit rakyat (KBR) itu meningkat dari tahun sebelumnya sebanyak 109 unit, kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu Ir Risman Sipayung di Bengkulu, Jumat (25/2).

Kebun bibit rakyat itu merupakan salah satu program Menteri Kehutanan dalam rangka memenuhi kebutuhan bibit kayu berkualitas bagi program penghijauan lahan sebagai tindak lanjut dari Undang-undang No.5 tahun 1990 tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistem.

Berdasar UU tersebut pemanfaatan sumberdaya alam hayati dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya.

Selama ini, kata Risman, persediaan bibit kayu diambil dari pengusaha bibit secara perorangan dan bukan melalui usaha kelompok, sehingga kualitasnya masih diragukan.

Pembuatan KBR tersebut mendapatkan modal dari Kementerian Kehutanan, setiap kelompok mendapat bantuan Rp50 juta termasuk bibit, pupuk dan biaya pengolahan.

"Kami ke depan akan memperbanyak pembuatan KBR melalui kelompok, sehingga bisa ikut menyejahterakan petani, terutama di sekitar kawasan hutan," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan saat kekunjung ke Bengkulu, Kamis (24/2) mengatakan, pemerintah selama periode 2010-2014 memprogramkan pemberdayaan masyarakat di sekitar hutan.

Pemerintah menargetkan pengembangan hutan kemasyarakatan seluas dua juta hektare, hutan desa 500 ribu Ha dan hutan tanaman rakyat seluas 250 ribu Ha, selain itu juga dikembangkan hutan rakyat kemitraan antara kelompok tani dengan industri perkayuan seluas 250 ribu hektare.

Untuk mendukung gerakan penanaman tersebut Kementerian Kehutanan mentargetkan membangun kebun bibit rakyat sebanyak 8.016 unit termasuk di Provinsi Bengkulu.

Dirinya berharap, dalam menjamin keberhasilan program tersebut civitas akademika Universitas Bengkulu berperan mengawasi pelaksanaan pembangunan KBR tersebut. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita