Senin, 28 Mei 2012
P2PL: Anomali Cuaca picu Penularan DB Di Magetan
Jumat, 25 Februari 2011 07:25
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 25/2 (SIGAP) - Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Dinas Kesehatan Magetan, Sugeng Raharjo, Jumat (25/2) mengatakan, Anomali cuaca yang terjadi sepanjang tahun 2010 hingga saat ini, dinilai memicu penularan penyakit demam berdarah (DB) di Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Menurutnya, jumlah penularan demam berdarah selama tahun 2010 lebih besar jika dibandingkan pada tahun 2009, karena selama tahun 2010 nyaris tidak ada musim kemarau.

"Selama tahun 2010, curah hujan tinggi terus sepanjang tahun. Hal ini memperpanjang masa penularan DB, yang biasanya hanya enam bulan dalam setahun selama musim hujan, namun akibat anomali cuaca masa penularannya menjadi satu tahun penuh dan masih menjadi ancaman hingga kini," ujarnya.

Sesuai catatan Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan, selama tahun 2010, tercatat penderita demam berdarah di kabupaten ini mencapai 385 penderita dengan 12 orang di antaranya meninggal dunia.

"Sementara, tahun 2009 jumlah penderita DB di Magetan hanya 299 penderita dengan tiga orang di antaranya meninggal dunia. Sementara, jumlah penderita DB hingga pertengahan bulan Februari 2011, mencapai 28 orang dengan satu di antaranya meninggal dunia," tutur Sugeng.

Dirinya menjelaskan, selain siklus tahunan, masih merebaknya serangan penyakit demam berdarah juga disebabkan oleh kesadaranan masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) yang masih kurang. Rata- rata penderita sudah dalam kondisi kritis saat dibawa ke rumah sakit atau puskesmas.

"Diharapkan, warga lekas membawa ke puskesmas ketika ada anggota keluarganya menderita demam tinggi. Jangan ditunda-tunda lagi. Selain itu, hal yang penting lainnya juga meningkatkan kesadaranan terhadap pola hidup bersih dan sehat (PHBS), termasuk pula menerapkan 3 M plus yang meliputi, menutup, menguras dan menimbun plus siap sedia krim anti nyamuk," katanya.

Sugeng menambahkan, Dinas Kesehatan Magetan juga berupaya menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan tim penggerak PKK Magetan agar mencanangkan budaya bebas jentik di tingkat desa.

"Kita harus menyadarkan masyarakat untuk rajin melakukan pemberantasan sarang nyamuk, karena hal itu yang dinilai sebagai "low cost" dan tidak menimbulkan risiko," tuturnya.

Lebih lanjut Sugeng menambahkan, hampir seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Magetan merupakan daerah penyebaran penyakit demam berdarah.

Dari 18 kecamatan yang ada, 16 di antaranya merupakan daerah endemis, yakni daerah yang dalam kurun waktu tiga tahun berturut-turut selalu ada temuan kasus penyakit ini. Daerah endemis ini menjadi perhatian khusus dinkes setempat.

SIGAP mencatat, Demam berdarah (DB) atau demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit demam akut yang ditemukan di daerah tropis, dengan penyebaran geografis yang mirip dengan malaria. Penyakit ini disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae. Setiap serotipe cukup berbeda sehingga tidak ada proteksi-silang dan wabah yang disebabkan beberapa serotipe (hiperendemisitas) dapat terjadi. Demam berdarah disebarkan kepada manusia oleh nyamuk Aedes aegypti.
Terkait hal itu dibutuhkan sosialisasi yang terus menerus sebagai upaya pencegahan penyakit ini. Misalnya, sosialisasi agar membersihkan saluran pembuangan limbah, drainase, dan sampah sehingga tempat penampungan air sebagai habitat perkembangbiakan nyamuk DBD tidak tersentuh.

Gerakan kebersihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Kemudian, pengetahuan atau pemahaman tentang DBD, cara pencegahan, dan pengendaliannya secara baik dan benar oleh masyarakat, aparat pemerintah, dan lintas sektor terkait, termasuk LSM dan tokoh masyarakat akan meningkatkan kepedulian, kemampuan, dan peran sertanya secara tepat.(laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita