Senin, 28 Mei 2012
Dosen Uncen: Kota Jayapura Rawan Longsor
Jumat, 25 Februari 2011 01:24
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 25/2 (SIGAP) - Dosen Jurusan Teknik Mineral, Universitas Cenderawasih (Uncen), Prihananto Setiadji MT di Jayapura, Jumat (25/2) mengatakan, Kota Jayapura dan sekitarnya rawan longsor akibat kondisi morfologi Jayapura dan sekitarnya yang berupa perbukitan dan pegunungan dengan material berupa tanah dan batuan.

Menurut Prihananto, peristiwa longsoran yang banyak terjadi pada umumnya adalah longsoran tanah, termasuk sejumlah daerah di Jayapura.

"Longsoran tanah sering terjadi pada awal musim hujan dan menimbulkan kerugian besar bagi manusia karena dimensinya sangat luas," jelasnya.

Longsoran jenis ini pernah terjadi pada awal tahun 2008 di sekitar kompleks Rumah Sakit Dok II, Kota Jayapura, yang menewaskan 9 orang dan lebih dari 3 rumah rusak berat.

Selain itu, bencana yang sama juga terjadi di sejumlah daerah di Kota Jayapura pada awal tahun 2009 dan telah memakan korban jiwa.

Prihananto Stiadji menambahkan, dengan kejadian-kejadian itu sepatutnya seluruh pihak menyadari dan memperhatikan pentingnya mempertimbangkan kondisi alam, terutama mengenai faktor topografi atau kemiringan lereng ketika melakukan kegiatan pembangunan.

Hal ini karena kemiringan lereng bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya longsoran, jika tidak ditangani secara baik pada setiap tahapan pembangunan, terutama pada lereng yang banyak ditemukan retakan atau patahan pada blok-blok batuannya.

Sementara itu, curah hujan serta kondisi batuan dan tanah juga dapat menjadi faktor pemicu longsoran yang harus diperhatikan.

Lebih lanjut Prihananto mengatakan, adapun kegiatan manusia yang bisa menjadi penyebab longsoran adalah penggunaan lahan pada lereng bukit yang terjal, pengupasan, dan penggundulan hutan untuk berbagai keperluan, misalnya permukiman atau perkebunan yang kini marak dilakukan masyarakat.

Kegiatan pembangunan di Kota Jayapura dan sekitarnya harus menjadi agenda yang berkelanjutan dan membawa manfaat bagi banyak pihak.

Oleh karena itu, sudah semestinya pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kegiatan ini memahami kondisi alamiah daerah Jayapura dalam rangka meminimalkan segala risiko bencana yang mungkin terjadi untuk mengoptimalkan pembangunan. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita