Senin, 28 Mei 2012
Lebak: Penderita Diare Capai 200 Orang
Jumat, 25 Februari 2011 01:16
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 25/2 (SIGAP) - Jumlah penderita diare di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, selama tiga hari terakhir mencapai 200 orang dari sebelumnya sebanyak 183 orang.

Cahyana, seorang petugas Posko Kesehatan, Kamis (24/2) mengatakan, hingga malam tadi Posko Kesehatan masih kebanjiran pasien diare warga Desa Pasir Tanjung.

Cahyana mengatakan, korban penderita diare terpaksa ditampung di Kantor Balai Desa setempat untuk dijadikan ruangan perawatan yang mengalami dehidrasi ringan.

Mereka korban diare mendapat penanganan medis dengan diberikan cairan infus, oralit dan obat anti infesksi dalam.

Penanganan tersebut untuk menyelamatkan korban jiwa yang mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuhnya.

Sedangkan jika penderita diare berat dirujuk ke sejumlah Rumah Sakit dan Puskesmas di Rangkasbitung.

"Selama ini penyebaran diare sangat mengkhawatirkan karena masih banyak warga berdatangan ke pos kesehatan dan Rumah Sakit," katanya.

Cahyana menyebutkan, jumlah penderita diare di Desa Pasir Tanjung tercatat 161 orang terdiri dari usia balita sampai usia lanjut.

Sementara warga Desa Muara Dua Kecamatan Cikulur mencapai 39 orang dan satu di antaranya meniggal dunia.

"Saya minta warga yang buang air besar melebihi tiga kali segera mendatangi pos kesehatan," katanya.

Kepala Puskesmas Rangkasbitung dr Budi Mulyanto, Kamis (24/2) mengatakan, kemungkinan penderita diare terus bertambah karena hingga saat ini masih mendatangi pos kesehatan desa.

Namun demikian, kasus kejadian luar biasa (KLB) diare di Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Rangkasbitung tidak memakan korban jiwa karena cepat dilarikan ke sejumlah rumah sakit dan pos kesehatan. " Saya kira jika mereka lambat penanganan medis dipastikan banyak korban jiwa," katanya.

Menurut Budi, pihaknya hingga kini terus melakukan pemantauan di pos kesehatan maupun pemukiman penduduk agar warga yang buang air besar lebih dari tiga kali diminta segera dilarikan ke pos kesehatan setempat.

Budi menduga mereka terserang diare akibat makanan kurang bersih.

SIGAP mencatat, diare adalah sebuah penyakit di mana penderita mengalami rangsangan buang air besar yang terus-menerus dan tinja atau feses yang masih memiliki kandungan air berlebihan.

Gejala yang biasanya ditemukan adalah buang air besar terus menerus disertai mual dan muntah. Tetapi gejala lainnya yang dapat timbul antara lain pegal pada punggung,dan perut berbunyi.

Perawatan untuk diare melibatkan pasien mengkonsumsi sejumlah air yang mencukupi untuk menggantikan yang hilang, lebih baik bila dicampur dengan elektrolit untuk menyediakan garam yang dibutuhkan dan sejumlah nutrisi. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita