Senin, 28 Mei 2012
Satlak PB: 13 Titik Rawan Longsor Di Perkebunan Jember
Rabu, 23 Februari 2011 02:52
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 23/2 (SIGAP) - Sekretaris Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) Jember, Edy Budi Susilo, Selasa (22/2) mengatakan, sedikitnya 13 titik rawan longsor tercatat di kawasan perkebunan di Desa Suci dan Desa Pakis, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Menurut Edy, pihaknya telah melakukan pemantauan di sejumlah lokasi rawan longsor di kawasan Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Jember.

"Sebanyak 13 titik rawan longsor, yakni tujuh titik di daerah perkebunan Desa Pakis dan enam titik di perkebunan Kaliklepuh Desa Suci," tuturnya.

Edy menjelaskan, sebanyak 21 kepala keluarga (KK) sempat mengungsi akibat tanah longsor di Kebun Kaliklepuh, Desa Suci, Kecamatan Panti, Jember (4/2).

"Curah hujan yang cukup deras selama beberapa jam membuat sejumlah titik longsor karena kondisi tanah cukup labil akibat perubahan fungsi hutan lindung yang menjadi hutan produksi berada di atas pemukiman warga di perkebunan," paparnya.

Untuk itu, kata Edy, Satlak PB Jember memberikan rekomendasi terkait 13 titik rawan longsor yang mengancam pemukiman warga di kawasan perkebunan di Desa Suci dan Desa Pakis.

"Dalam waktu dekat akan dilakukan simulasi bencana longsor di sana dan jangka panjang akan dilakukan relokasi pemukiman buruh kebun yang rumahnya rawan tertimpa longsor," ucapnya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat itu menjelaskan, rencana relokasi rumah warga akan dikoordinasikan dengan pihak Direksi PDP Jember, sehingga tidak ada lagi rumah warga yang berada di sejumlah titik rawan longsor.

"Sebanyak 24 KK yang berada di kawasan perkebunan Kaliklepuh Desa Suci, sedangkan sebanyak 44 KK berada di perkebunan Kahendaran Desa Pakis. Semuanya perlu dievakuasi ke tempat yang aman," katanya menjelaskan.

Informasi cuaca yang didapat dari BMKG, lanjut dia, curah hujan di Kabupaten Jember sejak Desember 2010 hingga Februari 2011 berkisar 200-500 mm.

"Apabila hujan deras mengguyur kawasan perkebunan setempat lebih dari empat jam, maka dipastikan terjadi longsor di sana. Mudah-mudahan tidak terjadi longsor susulan," tuturnya, menambahkan. (laporan rusman/ant)


 

Arsip Berita