Senin, 28 Mei 2012
BMKG: Gelombang Merak-Bakauheni 0,5-1,0 Meter
Selasa, 22 Februari 2011 03:53
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 22/2 (SIGAP) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan tinggi gelombang di Perairan Merak-Bakauheni, Selasa berkisar 0,5-1,0 meter.

Selain itu, cuaca di Selat Sunda bagian utara tersebut berawan dan angin dari barat ke barat laut dengan kecepatan 05-10 knot.

Di Selat Sunda bagian selatan tinggi gelombang berkisar 1,5-2,5 meter, cuaca berawan dan angin dari barat ke barat laut dengan kecepatan 10-15 knot.

Gelombang di Selat Bangka bagian utara dan bagian selatan serta Selat Gelasa berkisar 2,0-2,5 meter, cuaca berawan banyak hingga hujan dan angin bertiup dengan kecepatan 10-15 knot.

Sementara di Selat Bali bagian utara ( Ketapang - Gilimanuk ) berkisar 0,2-1,3 meter, cuaca berpeluang hujan dan angin dari barat ke barat laut dengan kecepatan 06-20 knot.

Di Selat Bali bagian selatan tinggi gelombang berkisar 0,5-2,5 meter, cuaca berpeluang hujan dan angin dari barat ke barat laut dengan kecepatan 06-27 knot.

Gelombang di Selat Badung berkisar 0,8-2,5 meter, cuaca berpeluang hujan dan angin dari barat ke barat laut dengan kecepatan 06-27 knot.

Sedangkan di Selat Lombok bagian utara (Padang Bai - Lembar) dan Selat Lombok bagian selatan tinggi gelombang berkisar 0,8-2,5 meter, cuaca berpeluang hujan dan angin dari barat ke barat laut dengan kecepatan 06-27 knot.

BMKG juga menginformasikan, tinggi gelombang 2,0-3,0 meter berpeluang di Perairan Enggano hingga barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Laut Sawu, Perairan Kupang hingga P. Rote, Laut Timor, Perairan Kep. Natuna, Perairan Kep. Anambas, Laut Natuna, Perairan timur Kep. Riau, Perairan utara P. Bangka, Laut Jawa bagian tengah dan timur, Laut Bali, Laut Sumbawa, dan Laut Arafuru bagian barat.

Gelombang 3,0-4,0 meter berpeluang di Perairan selatan Jawa hingga NTB, Perairan selatan P. Sumba, Laut Cina Selatan bagian barat, dan Perairan timur Philipina.

Sedangkan gelombang 4,0-5,0 meter berpeluang di Samudera Hindia selatan Jawa hingga NTT. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita