Senin, 28 Mei 2012
Kepala BKSDA: illegal Logging Di Papua Turun Drastis
Minggu, 20 Februari 2011 02:37
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 20/2 (SIGAP) - Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Papua, Drs Ignn Suteja MM, Minggu (20/2) mengatakan, perambahan hutan secara illegal (illegal logging) di Papua tahun 2010 mengalami penurunan yang sangat drastis, jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Ilegal Logging di Papua memang menurun sangat drastis, setelah adanya larangan kayu log keluar dari Papua beberapa waktu yang lalu," kata Drs Ignn Suteja di Jayapura.

Dirinya mengatakan, tolak ukurnya dari persentase penurunan itu, pada 2010 hanya mengamankan 70,6 meter kubik kayu hasil illegal logging.

Jumlah tersebit, kata Ignn Suteja, sangat menurun signifikan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya yang mencapai dua atau tiga kali lipatnya.

"Biasanya sangat marak tindak illegal logging di bumi Cenderawasih ini, tetapi belakangan menurun drastis yang sangat terasa, terbukti dari berkurangnya kayu sitaan," terangnya.

Menurut Ignn Suteja, kebijakan pemerintah melarang kayu log keluar Papua merupakan kebijakan yang sangat bagus dalam penyelamatan sumber daya hayati dan ekosistim hutan di Papua.

Hanya saja, katanya menambahkan, pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua mencurigai adanya indikasi pencucian kayu asal Papua di tengah laut. Modusnya adalah dengan membawa kayu log Papua ke tengah lautan, kemudian ditukar dan ditandai dengan lambang kayu Log provinsi Papua Barat.

"Indikasinya sangat kuat, namun saat ini belum bisa kami buktikan. Apalagi di Papua Barat tidak ada larangan bagi keluarnya kayu Log," jelas Suteja.

Dalam kesempatan tersebut, Ignn Suteja juga mengimbau semua pihak terutama masyarakat yang bermukim di sekitar areal hutan, untuk ikut menjaga stabilitas wilayahnya, dengan tidak melakukan perburuan dan menangkap hewan langka, serta penebangan secara liar.

"Kita harapkan kerja sama untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang menurut aturan hukum di Negara ini, dengan harapan kelestarian satwa dan alam Papua benar-benar terjaga," pintanya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita