Senin, 28 Mei 2012
DPPK: Seratus Hektare Lahan Pertanian Di Pekalongan Tergenang ROB
Minggu, 20 Februari 2011 01:56
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 20/2 (SIGAP)- Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, dan Kelautan (DPPK) Kota Pekalongan Widagdo di Pekalongan, Sabtu (19/2) mengatakan, Seratus hektare lahan pertanian di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, dalam beberapa bulan terakhir tergenang air rob sehingga diperkirakan mempengaruhi produksi padi.

Dikatakan Widagdo, pada 2010 areal pertanian di daerah ini masih seluas 1.266 hektare, tetapi pada 2011 berkurang menjadi 1.166 hektare, karena seratus hektare lahan tergenang rob.

"Seratus lahan pertanian ini memang berisiko tergenang rob dan kekeringan saat musim kemarau. Jadi lahan itu kini banyak dibiarkan oleh pemiliknya karena tidak bisa ditanami padi," katanya.

Adapun sedikitnya seratus lahan pertanian itu, antara lain berada di wilayah Kelurahan Bandengan, Panjang Wetan, Kandang Panjang, Panjang Baru, Krapyak, Pabean, Degayu, Pasirsari, dan Bumirejo.

Dirinya mengatakan, sebagian besar kondisi ketinggian lahan pertanian di wilayah kelurahan itu karena berada sekitar satu meter di atas permukaan air laut (dpl) sehingga menyebabkan mudah tergenang rob saat air laut pasang.

"Genangan rob ini makin bertambah dengan dipicu saluran air irigasi tidak berfungsi akibat tersumbat sampah dan kotoran," katanya.

Menurut Widagdo, selama ini produktifitas hasil pertanian di Kota Pekalongan mencapai sekitar seribu ton beras per tahun tetapi jika genangan air rob terus meluas maka dikhawatirkan akan mempengaruhi hasil produksi padi di daerah setempat.

"Selama ini, ketersedian beras di Kota Pekalongan memang belum mengalami krisis karena stok beras di daerah Jawa Tengah masih melimpah," katanya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita