Senin, 28 Mei 2012
Dinkes: serangan DBD Di Sleman Bergeser Ke Timur
Sabtu, 19 Februari 2011 08:42
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 19/2 (SIGAP) - Serangan penyakit demam berdarah dengue di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 2010 bergeser dari sebelumnya di wilayah barat, yakni Kecamatan Gamping, ke wilayah timur di Kecamatan Kalasan.

"Serangan demam berdarah dengue (DBD) pada 2010 menunjukkan pergerseran dari ujung barat ke ujung timur Sleman, sebelumnya kasus tertinggi DBD di daerah ini terjadi di Kecamatan Gamping, namun pada 2010 kasus terbanyak di Kecamatan Kalasan," kata Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dr Cahya Purnama, Sabtu (19/2).

Menurutnya, di wilayah Kabupaten Sleman pada 2009 terjadi 551 kasus DBD dengan lima orang meninggal dunia, sedangkan pada 2010 naik 9% menjadi 603 kasus.

"Kalau dicermati iklim saat ini, hampir di semua wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terjadi kenaikan kasus DBD, ada yang sampai di atas 1.000 kasus, bahkan di beberapa kabupaten/kota juga mengalami kejadian luar biasa (KLB)," katanya.

Dirinya mengatakan, di Kabupaten Sleman kasus DBD dapat ditekan, yang meninggal juga turun, tercatat 3 orang yang dipastikan terserang penyakit tersebut.

"Bila ada yang meninggal pasti diaudit, apakah meninggalnya pasien tersebut akibat DBD atau penyakit lain," katanya.

Cahya mengatakan, untuk peringkat kasus DBD sepertinya terjadi geser menggeser, pada 2009 yang melonjak di bagian barat, yakni Kecamatan Gamping, kemudian 2010 bergeser ke daerah Timur di Kecamatan Kalasan, kemudian baru Kecamatan Depok.

Dirinya mengatakan, untuk mengantisipasi lonjakan kasus DBD, Dinas Kesehatan telah melakukan berbagai upaya antara lain senantiasa mengingatkan warga untuk menggiatkan kembali gerakan Jumat bersih, utamanya untuk meningkatkan kebersihan lingkungan pada musim hujan.

"Selain itu juga difokuskan ke gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) DBD dengan 3M plus, serta pelaksanaan gerakan PSN yang harus dilakukan secara rutin oleh warga pada hari Jumat atau hari lainnya," katanya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita