Senin, 28 Mei 2012
Basarnas: Kondisi Papua Sangat Spesifik
Jumat, 18 Februari 2011 02:46
AddThis Social Bookmark Button

Jayapura, 18/2 (SIGAP) - Direktur Komunikasi Badan SAR Nasional (Basarnas) menilai, kondisi dan situasi di Wilayah Papua sangat spesifik, berbeda dengan daerah-daerah lain, karena memiliki sistem tranportasi udara yang sangat dominan.

Demikian dikatakan Direktur Komunikasi Basarnas Pusat, Sutono, di Jayapura, Kamis (17/2).

Menurutnya, untuk penanganan melalui udara, dalam tahun ini Basarnas akan mendapat bantuan 8 helikopter MI 17 dari Bulgaria.

Sutono mengatakan, bantuan tersebut merupakan hibah dari Pemerintah Bulgaria, dan kemungkinan salah satunya akan diberikan untuk Papua guna mendukung operasi SAR di daerah itu.

"Semoga saja tahun ini semuanya terealisir sehingga bisa mendukung kerja Basarnas dalam menjalankan tugasnya. Apalagi pesawat jenis MI 17 ini sangat cocok di wilayah Papua," ujarnya.

Sementara untuk penanganan melalui darat, jelasnya, saat ini SAR Jayapura, Papua, sudah memiliki peralatan seperti kamera pendeteksi suhu tubuh dan korban reruntuhan.

"Secara bertahap kita akan lengkapi peralatan penanganan darat itu, karena berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Basarnas untuk meningkatkan pelayanan SAR tidak akan mempunyai arti bilamana tidak didukung sarana yang memadai," kata Sutono.

Ketika ditanya mengenai SDM, setiap tahun merekrut anggota tetapi tetap di sesuaikan dengan kemampuan pemerintah. Disamping itu Basarnas juga melakukan pelatihan-pelatihan yang dimulai dari diklat dasar hingga lanjutan.

Lebih lanjut Sutono mengatakan, berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Basarnas untuk meningkatkan pelayanan SAR tidak akan mempunyai arti bilamana tidak didukung sarana yang memadai, SDM yang kompeten dan tangguh, serta prosedur yang mantap. Disamping kerjasama dengan instansi lain baik pemerintah, TNI maupun organisasi potensi SAR.

"Untuk pelatihan dalam negeri kita lakukan di tiap kantor-kantor SAR daerah dan pusat. Sedangkan di luar negeri Basarnas telah berkerjasama dengan pihak Singapore, bahkan dengan negara seperti Nepal. Selain itu, setiap tahunnya kita juga mengirim anggota ke Jepang untuk menjalankan pelatihan guna menciptakan SDM yang berkualitas," katanya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita