Senin, 28 Mei 2012
Banda Aceh: Dubes Meksiko Tanami Pohon Di Hutan Kota
Kamis, 17 Februari 2011 01:40
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 17/2 (SIGAP) - Duta Besar Meksiko untuk Indonesia, Melba Pria bersama Wakil Direktur Utama BNI 46, Felia Salim menanami berbagai jenis pohon di hutan kota BNI Gampong (Desa) Tibang Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.

Kedatangan Dubes Meksiko dan Wakil Direktur Utama BNI 46 itu disambut Wali Kota Banda Aceh, Mawardy Nurdin dan Wakil Wali Kota Illiza Sa`aduddin Djamal di Desa Tibang, Rabu.

"Hutan kota merupakan salah satu program Pemerintah kota Banda Aceh untuk menghijaukan kembali daerah yang rusak parah akibat bencana alam," kata Wali Kota Banda Aceh, Mawardy Nurdin.

Sambil meninjau dan mengelilingi hutan kota itu, kepada Melia Pria dan Felia Salim, dirinya juga mengatakan Pemerintah Kota Banda Aceh bersama BNI dan lembaga peduli lingkungan terus berupaya menambah pohon guna mengurangi pemanasan global dan meminimalisasi emisi karbon kendaraan bermotor yang semakin meningkat.

Selain itu taman yang dibangun BNI 46 dan Pemko Banda Aceh di Desa Tibang itu merupakan bekas area yang rusak parah dihantam gelombang tsunami 26 Desember 2004.

"Dengan adanya hutan kota BNI yang berbatasan dengan tambak warga diharapkan juga mampu meminimalkan perembesan air laut ke pemukiman penduduk," kata Mawardy Nurdin.

Wali Kota juga menyampaikan penghargaan kepada BNI yang telah berpartisipasi membangun hutan kota dengan melibatkan masyarakat lokal.

Hutan kota BNI itu juga dapat meningkatkan kembali kualitas keanekaragaman hayati di kawasan yang rusak berat akibat bencana alam itu.

Hutan kota BNI yang diperkirakan selesai pembangunannya pada Desember 2011 juga diharapkan mampu menjadikan kawasan itu menjadi sejuk dan menyediakan sarana rekreasi serta pendidikan alam untuk masyarakat.

SIGAP mencatat, hutan kota memberikan banyak sekali manfaat bagi kelestarian lingkungan kota. Hutan kota sangat diperlukan bagi semua penghuni kota. Setiap manusia yang habitatnya di perkotaan pasti akan mendapatkan banyak manfaat jika di kota tempat habitatnya tersebut memiliki hutan kota. Diantara manfaat yang bisa dirasakan dalam kehidupan masyarakat perkotaan dari pembangunan hutan kota, antara lain; Pertama, manfaat estetis. Warna hijau dan aneka bentuk dedaunan serta bentuk susunan tajuk berpadu menjadi suatu pemandangan yang indah dan menyejukkan.

Kedua, Manfaat hidrologis. Struktur akar tanaman mampu menyerap kelebihan air apabila turun hujan sehingga tidak mengalir sia-sia melainkan dapat diserap tanah.

Ketiga, Manfaat klimatologis. Iklim yang sehat dan normal penting untuk keselarasan hidup manusia. Efek rumah kaca akan dikurangi dengan banyaknya tanaman dalam suatu daerah. Bahkan adanya tanaman akan menambah kesejukan dan kenyamanan lingkungan.

Keempat, Manfaat ekologis. Keserasian lingkungan bukan hanya baik untuk satwa, tanaman, atau manusia saja. Kehidupan makhluk di alam ini saling ketergantungan. Apabila salah satunya musnah maka kehidupan makhluk lainnya akan terganggu.

Kelima, Manfaat protektif. Pohon dapat menjadi pelindung dari teriknya matahari, terpaan angin kencang dan peredam dari suara bising.

Ketujuh, Manfaat higienis. Dengan adanya tanaman, bahaya polusi mampu dikurangi karena dedaunan tanaman mampu menyaring debu dan mengisap kotoran di udara. Bahkan tanaman mampu menghasilkan oksigen yang sangat dibutuhkan manusia.

Kedelapan Manfaat edukatif. Semakin langkanya pepohonan yang hidup di perkotaan membuat sebagian warganya tidak mengenalnya lagi. Karena langkanya pepohonan tersebut maka generasi manusia yang akan datang yang hidup dan dibesarkan di perkotaan seolah tidak mengenal lagi sosok tanaman yang pernah ada. Sehingga penanaman kembali pepohonan di perkotaan dapat bermanfaat sebagai laboratorium alam.(laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita