Senin, 28 Mei 2012
Disdik Bangkalan Kekurangan 2.270 Guru SD
Rabu, 16 Februari 2011 11:28
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 16/2 (SIGAP) - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Setijabudi, Rabu (16/2) mengaku kekurangan guru SD (sekolah dasar) sebanyak 2.270 orang.

"Kami masih kekurangan guru SD sebanyak 2.270 orang. Jumlah total guru SD yang ada disini hanya sebanyak 3.510 orang," katanya.

Budi menjelaskan, lembaga pendidikan yang mengalami kekurangan guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) di daerah pelosok. Di antaranya Kecamatan Kokop, Konang, Geger, Modung dan Galis.

Agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berlanjut di lembaga pendidikan tersebut, pihak sekolah merekrut guru sukarelawan atau sukwan dan guru tidak tetap (GTT).

Sebab kata Budi, jika tidak ditopang dengan guru sukwan dan GTT, bisa dipastikan KBM akan tersendat.

"Meski kekurangan guru PNS, tapi KBM di sini terus belanjut dan tidak begitu berpengaruh. Karena GTT dan guru sukwan yang direkrut mempunyai kemampuan relatif setara dengan PNS. Sebab, mereka lulusan sarjana pendidikan," katanya.

Menurut Budi, pihaknya juga mengimbau pada PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan yang memiliki akta empat atau sarjana pendidikan diharapkan melapor ke Disdik.

"Jika masih peduli pada dunia pendidikan di Bangkalan, bagi PNS yang mempunyai akta empat atau lulusan sarjana pendidikan supaya memberitahu kami. Nanti akan kami usulkan pada bupati, untuk menjadi guru," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi D (Pendidikan dan Kesra) DPRD Bangkalan, Mukaffi Anwar, mendesak Disdik segera melakukan pembenahan dan pembinaan terhadap guru supaya memenuhi kualitasnya.

"Serta perlu adanya tambahan guru. Sebab, tenaga pendidik yang kurang adalah guru agama dan olahraga. Padahal, kedua guru tersebut saling berkaitan dan penting bagi pertumbuhan anak didik. Guru agama, memperbaiki moral, sedangkan guru olahraga untuk jasmani," katanya.

Sementara itu berdasarkan pantauan SIGAP, seperti yang diungkapkan Kabid Pendidik Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Daerah Kabupaten Blitar, Heru Pujiono,  kekurangan tenaga kependidikan tersebut terfokus pada kebutuhan guru SD. Data terakhir yang dikantongi Dikda hingga awal Tahun 2011 jumlah kekurangan guru mencapai 370 orang.

Secara keseluruhan jumlah kebutuhan guru SD sendiri mencapai 5.040 orang dengan rincian 4320 guru reguler dan 720 Kepala Sekolah. Dari total kebutuhan tersebut hingga kini jumlah guru yang tersedia hanya 4.710 orang, demikian dilansir laman blitarkab.go.id.

Lanjut Heru, meski selama ini kekurangan tenaga guru SD tersebut dicukupi GTT yang jumlahnya mencapai ratusan namun implementasinya masih kurang maksimal, hal ini disebabkan rendahnya honorarium yang diterima GTT. Sementara tahun ini melalui perekrutan CPNS 2010 lalu, Pemkab. Blitar merekrut 157 guru dalam kuota formasi tenaga pendidikan dari jumlah tersebut 104 diantaranya merupakan guru SD. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita