Senin, 28 Mei 2012
Dishub: Kubu Raya Bangun Dermaga Ferry Sungai Rengas
Rabu, 16 Februari 2011 04:36
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 16/2 (SIGAP) - Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Zaini Umar mengatakan, saat ini pihaknya telah melakukan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Pontianak dalam pembangunan dermaga ferry yang akan dipusatkan di Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap.

"Pembangunan dermaga itu akan dikoneksikan dengan Kecamatan Jungkat Kabupaten Pontianak," kata Zaini di Sungai Raya, Rabu (16/2).

Pernyataan itu menurutnya guna menanggapi pernyataan Wali Kota Pontianak Sutarmidji yang menyatakan Pemerintah Kubu Raya tidak mau merespon kerja sama pembangunan ferry yang akan dilakukan untuk mencegah kemacetan di kota Pontianak.

Menurutnya, Pemerintah Kubu Raya bukan tidak menanggapi ajakan kerja sama tersebut. Hanya saja dirinya menilai Wali Kota Pontianak salah dalam mengambil kebijakan pembangunan dermaga ferry yang akan dipusatkan di sekitar tempat pelelangan ikan di kawasan Jeruju, Desa Sungai Rengas yang akan dihubungkan dengan dermaga penyeberangan di Kecamatan Jungkat Kabupaten Pontianak.

Zaini menyatakan, jika pembangunan dermaga ferry akan dilakukan di daerah tersebut, Pemerintah Kota Pontianak sama sekali tidak memiliki wewenang atas pembangunannya.

"TPI tersebut sudah masuk wilayah Kubu Raya sepenuhnya. Jika akan dibangun dermaga, Pemerintah Kubu Raya akan melakukan kerja sama dengan Kabupaten Pontianak, karena dermaga yang akan di bangun menghubungkan Kubu Raya dan Jungkat," ujarnya.

Bahkan Dinas Perhubungan Kubu Raya dan Kabupaten Pontianak sudah melakukan studi kelayakan dan berencana melakukan pembangunan dermaga secara bersama-sama sejak awal 2009.

"Jadi kalau pun kita akan melakukan kerja sama dalam pembangunan dermaga ferry tersebut, bukan dengan Pemerintah Kota Pontianak, tetapi dengan Pemerintah Kabupaten Pontianak," katanya.

Untuk merealisasikan pembangunan dermaga penyeberangan itu, Dinas Perhubungan Kubu Raya sudah melakukan perencanaan dalam jangka panjang. Tidak hanya pembangunan ferry di TPI, tetapi juga di beberapa titik lainnya seperti di Desa Sungai Durian yang berada dekat dengan Bandara Supadio.

Hal tersebut juga dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan yang akan terjadi di Kota Pontianak dalam jangka waktu panjang. "Jadi kita tidak bisa sembarangan dalam menetapkan suatu rencana pembangunan. Perlu analisis yang jelas, tidak hanya untuk saat ini tetapi juga untuk ke depannya," ujar Zaini. (laporan ari prahasta/ant)

 

Arsip Berita