Senin, 28 Mei 2012
Gelombang Perairan Selatan Jateng Diprakirakan Meningkat
Senin, 14 Februari 2011 08:31
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 14/2 (SIGAP) - Stasiun Meteorologi Cilacap memprakirakan tinggi gelombang di perairan selatan Jawa Tengah mengalami peningkatan pada 17 Februari 2011 akibat pergeseran daerah pusat tekanan rendah.

Analis cuaca Stasiun Meteorologi Cilacap, Mas Pudjiono, di Cilacap, Senin (14/2) mengatakan, Senin ini hingga Rabu, tinggi gelombang maksimum diprakirakan masih berkisar antara 2-2,5 meter. "Akan tetapi pada 17 Februari 2011 diprakirakan bisa mencapai di atas tiga meter," katanya.

Dirinya menjelaskan, peningkatan tinggi gelombang tersebut diprakirakan akibat pergeseran daerah pusat tekanan rendah yang saat ini masih di Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara sebelah barat Australia.

Akibat adanya daerah pusat tekanan rendah tersebut, kata dia, gelombang di perairan selatan Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara saat ini cukup tinggi.

"Saat ini tekanan udara di daerah pusat tekanan rendah tersebut masih berada pada posisi 1.002 milibar yang diprakirakan mengalami penurunan hingga bisa menjadi bibit badai karena suhu permukaan laut masih hangat dan pergerakannya diprakirakan ke barat. Kami akan terus memantaunya," katanya.

Disinggung mengenai intensitas hujan di wilayah Jateng bagian selatan, Pudjiono mengatakan, hingga saat ini diprakirakan masih ringan hingga sedang karena angin di atas wilayah itu bertiup cukup kencang sehingga tidak terjadi pengumpulan awan hujan.

Menurutnya, saat ini kumpulan awan hujan masih terkonsentrasi di atas Samudera Hindia.

Sementara di Laut Jawa, kata Pudjiono, saat ini terjadi pumpunan angin sehingga wilayah pantai utara berpeluang hujan lebat.

"Sejak memasuki dasarian (10 hari) kedua bulan Februari, intensitas hujan di wilayah Jateng bagian selatan cenderung ringan hingga sedang. Bahkan kadang tidak turun hujan," katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan awal Februari 2011 atau dasarian pertama yang sering turun hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dan kadang lebat.

Oleh karena itu, kata Pudjiono, secara umum curah hujan di wilayah Kabupaten Cilacap sejak awal Februari 2011 hingga saat ini masih berkisar antara 100-150 milimeter.

"Curah hujan selama Februari kami prakirakan di atas normal, yakni 300-600 milimeter yang terbagi dalam tiga zona, timur 300-400 milimeter, tengah 400-500 milimeter, dan barat 500-600 milimeter," katanya. (laporan ari prahasta/ant)

 

Arsip Berita