Senin, 28 Mei 2012
Korban Tsunami Mentawai Berharap ULP Segera Dicairkan
Senin, 14 Februari 2011 06:03
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 14/2 (SIGAP) - Sejumlah korban bencana tsunami Kabupaten Kepuluan Mentawai, Sumatera Barat mengharapkan uang lauk pauk segera dicairkan Pemerintah karena mereka sudah didata Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

Stevanus salah seorang korban bencana tsunami Desa Bulasat mengatakan, dirinya hingga saat ini tidak memiliki apa-apa lagi setelah gelomang tsunami menghancurkan harta bendanya.

"Gelombang tsunami telah meluluhlantakan rumah, serta harta benda lainnya," katanya yang juga mengaku kehilangan seorang putranya.

Stevanus mengungkapkan, para korban belum ada yang menerima uang lauk pauk (ULP) maunpun uang duka bagi meninggal dunia ketika terjadi tsunami pada 25 Oktober 2010.

Menurut Stevanus, korban tsunami hanya menerima bantuan logistik, tetapi uang lauk pauk serta uang duka cita bagi korban tsunami belum diterima.

Stevanus menambahkan, untuk bantuan logistik berupa beras yang diberikan pihak kecamatan Pagai Selatan bagi korban tsunami sudah menipis.

"Sementara untuk membeli kebutuhan lainnya, para korban tsunami tidak memiliki uang, hanya berharap ULP segera dicairkan sehingga bisa memenuhi kebutuhan hidup,"katanya.

Hal senada juga dikatan oleh Ferdinan, hingga saat ini para korban tsunami belum menerima ULP dan uang duka.

Ferdinan menambahkan, untuk bantuan logistik berupa beras dan lain sudah diterima par korban tsunami di tempat pengungsian.

"Bantuan logistik tersebut sudah menipis, untuk membeli beras uang tidak lagi,"katanya.

Sementara itu di tempat terpisah, Kepala BPBD Mentawai, Tarminta mengatakan ULP belum dicairkan oleh BPBD Sumbar untuk korban tsunami.

"Hingga saat ini belum ada ULP diterima dalam rekening BPB Mentawai untuk korban tsunami,"katanya.

Tarminta menambahkan, hampir setiap hari korban dilanda tsunami melalui kepala dusun serta kepala desa mempertanyakan ULP itu.

"Jika ULP sudah kita terima dari Gubernur Sumbar, pasti akan diberikan pada korban dilanda tsunami berdasarkan data yang ada dari kecamatan," katanya.

Gempa berkekuatan 7,2 SR disertai tsunami di Mentawai yang terjadi pada 25 Oktober 2010, mengakibatkan lebih dari 400 orang meninggal, dan sekitar 15 ribu warga mengungsi. Gempa dahsyat juga pernah terjadi pada tahun 1797 dan 1833. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita