Senin, 28 Mei 2012
Dinkes: Kasus DBD Di Bekasi Menurun
Sabtu, 12 Februari 2011 09:42
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 12/2 (SIGAP) - Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Jawa Barat, mencatat jumlah penderita Demam Berdarah Dangue (DBD) sepanjang tahun 2010 menurun sekitar 1.000 pasien dari tahun 2009.

Kepala Dinkes Bekasi, Retni Yonti, di Bekasi, Jum'at (11/2) mengatakan, jumlah itu adalah masyarakat yang terserang DBD berdasarkan data dari RSUD.

Menurut Retni, jumlah kasus pada 2010 sekitar 2.000 kasus. Sedangkan, Pada 2009 sebanyak 3.000 kasus dengan wilayah yang paling rawan terletak di Kecamatan Bekasi Selatan, Bekasi Timur dan Bekasi Barat.

Untuk menekan penderita DBD, kata Retni, pihaknya telah menjalin koordinasi hingga ke tingkat RT untuk mensosialisasikan bahaya demam berdarah dan memaksimalkan kembali pemberantasan jentik nyamuk.

"Saya yakin kasus tersebut dapat terus ditekan dengan program Mengubur, Menguras dan Menutup (3M) tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang jentik nyamuk," kata Retni.

Dikatakan Retni, pihaknya terus mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap serangan DBD yang bisa terjadi sewaktu-waktu menyusul situasi cuaca yang sedang tidak menentu saat ini.

"Biasanya, DBD akan mengalami masanya pada bulan Maret dan kembali menurun pada Juni 2011. Namun, masyarakat perlu tetap waspada dengan mengamalkan program 3M itu," kata Retni. 

Sementara itu berdasarkan pantauan SIGAP, kasus demam berdarah dengue di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, meningkat 9,43% selama 2010 dibanding 2009.

"Pada 2010 kasus demam berdarah dengue (DBD) di Sleman mencapai 603 kasus dengan tiga orang meninggal dunia, sedangkan pada 2009 tercatat 551 kasus dengan lima meninggal dunia, dibanding tahun lalu terjadi kenaikan 52 kasus atau 9,43 persen dan penurunan jumlah kematian dari lima menjadi tiga orang," kata Kasi Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Henny, Jumat.

Menurutnya, kematian tersebut dipastikan akibat serangan DBD setelah dilakukan audit terbatas kematian DBD oleh nara sumber ahli dari RSUP Sardjito.

"Jumlah kasus DBD terbanyak selama 2010 meliputi Kecamatan Kalasan 143 kasus, Depok 90 kasus, Gamping 84 kasus, Godean 60 kasus, Mlati 52 kasus," katanya.

Dirinya mengatakan, masyarakat diharapkan selalu memperhatikan kebersihan lingkungan, termasuk tempat atau barang-barang yang berpotensi tergenang air karena di tempat tersebut dimungkinkan untuk menjadi sarang nyamuk. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita