Senin, 28 Mei 2012
Gubernur: Halmahaera Dijadikan Daerah Penghasil Pangan di Malut
Sabtu, 12 Februari 2011 09:37
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 12/2 (SIGAP) - Gubernur Malut Thaib Armaiyn di Ternate, Sabtu (12/2) mengatakan, pulau Halmahera akan dijadikan sebagai daerah penghasil pangan di Maluku Utara (Malut), untuk mengantisipasi gagal panen yang terjadi di sejumlah daerah akibat terjadinya perubahan iklim dunia.

Dikatakan Thaib, ketahanan pangan menjadi perhatian bersama, karena dikhawatirkan pada tahun mendatang Negara yang menjadi selalu mengimpor bahan pangan semakin berkurang, menyusul terjadinya perubahan iklim dunia.

Perubahan iklim dunia sangat berpengaruh langsung pada sektor pertanian, ini akan mempengaruhi produktifitas pertanian, untuk itu, langkah antisipatif akan dilakukan dengan meningkatkan pola ketahanan pangan di daerah.

Pemprov Malut saat ini, akan menjadikan Kabupaten Halmahera Utara (Halut), sebagai daerah penghasil pangan yang sangat potensial, terutama pada sector pertanian.

Peningkatan sektor pertanian akan digunakan melalui berbagai tahapan, yakni melalui cara estensifikasi dan intensifikasi, selain itu, Pemprov Malut juga akan berkordinasi dengan pemkab setempat untuk jadikan Halut sebagai basis pertanian.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia, Marlison Hakim ketika dikonfirmasi menyatakan, Pemda di Malut sudah saatnya mengantisipasi berkurangnya pasokan bahan pangan seperti beras. Kalau terjadi kekurangan pasokan, dipastikan terjadi kenaikan harga barang, sehingga masyarakat menjadi terbebani.

Permintaan tersebut disampaikan menyusul terjadinya kenaikan sejumlah bahan pangan di sejumlah kabupaten/kota di Malut, sehingga para kepala daerah diharapkan ada solusi dalam mengantisipasi terjadinya krisis pangan.

Menurutnya, saat ini, sejumlah Negara pengekspor beras seperti Thailand dan Vietnam sudah membatasi ekspornya serta daerah penyuplain beras khususnya di Pulau Jawa juga menghadapi persoalan turunnya produksi beras.

Menurunnya produksi beras lebih diakibatkan oleh kegagalan panen serta kurangnya lahan pertanian yang tersedia, untuk itu, kita tidak boleh memungkirinya bahwa krisis pangan bisa terasa di Malut.

Selain itu, kata Marlison, ada empat komoditas utama penyumbang inflasi seperti beras, cabai, minyak goreng dan wortel didatangkan dari luar, maka pemda di kabupaten/kota di Malut perlu melakukan upaya peningkatan produksi, baik secara kuantitas maupun kualitas. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita