Senin, 28 Mei 2012
Warga Lebak Menolak TPA Bojongmenteng
Sabtu, 12 Februari 2011 03:50
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 12/2 (SIGAP) - Warga sejumlah desa di Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak menolak rencana pembangunan tempat pembuangan akhir (TPA) berlokasi di Desa Bojongmenteng, Kecamatan Tunjungteja, Kabupaten Serang.

Demikian dikatakan Arsani (45) warga Desa Cisangu Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak, Jum'at (11/2).

Arsani mengatakan, pembangunan TPA yang berdekatan dengan pemukiman penduduk tentu mengancam gangguan kesehatan masyarakat.

Selain itu juga berpotensi menimbulkan berbagai penyakit yang ditularkan melalui binatang lalat maupun bau busuk sampah.

Karena itu, pihaknya akan menolak jika Pemkab Serang membangun TPA Bojongmenteng karena lokasinya berdekatan dengan pemukiman warga.

"Kami minta rencana pembangunan TPA dikaji ulang dan tidak berdekatan dengan rumah penduduk," katanya.

saementara itu, Ketua Kumpulan Pemantau Program Pembangunan Banten (KP3B) Yudistira mengatakan pihaknya tidak setuju pembangunan TPA Bojongmenteng di lokasi padat penduduk karena mencemari lingkungan dan dapat menimbulkan gangguan kesehatan masyarakat.

"Yang pasti jika ada sampah dipastikan banyak lalat dan bau tak sedap serta serapan air pun berkurang," katanya.

Yudistira juga mengatakan, pihaknya meminta Pemkab Lebak dapat melindungi warganya yang berada di sejumlah desa di Kecamatan Cibadak.

Sebab jika Pemkab Serang memaksakan untuk membangun TPA Bojongmenteng tentu merugikan warga Kabupaten Lebak.

"Saya tidak menghambat pembangunan TPA Bojomenteng, namun harus dipikirkan juga dampak negatif yang ditimbulkan sampah," ujarnya.

Sementara Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Bappeda Kabupaten Lebak Yosep Muhamad Holik, menjelaskan sebetulnya rencana pembangunan TPA Bojongmenteng sudah dikoordinasikan oleh Wakil Bupati Amir Hamzah.

Akan tetapi, Pemkab Serang hingga kini belum ada kelanjutan untuk membahas pembangunan TPA Bojongmenteng.

"Kami minta pembangunan TPA itu dapat difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Banten karena melibatkan dua kabupaten," katanya.(laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita