Senin, 28 Mei 2012
BMKG: "Hotspot" Sumatera Berkurang Menjadi 50 Titik
Jumat, 11 Februari 2011 03:21
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 11/2 (SIGAP) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisikan (BMKG) Provinsi Riau menyatakan "hotspot" atau titik api di sejumlah wilayah Sumatra saat ini berkurang menjadi 50 titik setelah sebelumnya sempat mencapai 80 titik.

"Berdasarkan pantauan Satelit NOAA 18, sejumlah titik api tersebut berada atau tersebar di sejumlah wilayah di Sumatra seperti Jambi, Sumatra Utara, dan Sumatra Selatan serta Provinsi Riau," kata petugas Analisis BMKG Riau, Marzuki, kepada ANTARA di Dumai, Jumat (11/2).

Marzuki menyebutkan, khusus di Riau, saat ini titik api yang terdeteksi ada sekitar 13 titik. Jumlah ini juga berkurang dari pantauan sebelumnya yang mencapai 39 titik api di Riau.

"Ke-13 `hotspot` tersebut saat ini tersebar di lima kabupaten seperti Bengkalis dengan satu titik, Pelalawan tiga, Siak dan Indargiri Hulu masing-masing dua, serta Rokan hilir dengan lima titik," urainya.

Sementara sejumlah wilayah lainnya yang sempat terdeteksi "hotspot" meliputi Kabupaten Rokan Hulu, Kampar, Indragiri Hilir, Kuansing, dan Kota Dumai, saat ini dinyatakan nihil.

Kendati demikian, menurut Marzuki, beberapa wilayah nihil "hotspot" tersebut tetap saja terkena imbas dari sisa kebakaran hutan atau lahan tersebut, seperti Kota Dumai yang sudah mulai diselimuti kabut asap tebal.

"Kabut asap tebal yang menyelimuti Dumai merupakan imbas dari kebakaran hutan atau lahan yang terjadi di sejumlah wilayah tetangga terutama Kabupaten Rokan Hilir yang saat ini terdeteksi ada lima titik. Kondisi ini bisa semakin parah mengingat suhu udara yang terus memanas," jelasnya.

Kemungkinan adanya "ekspor" asap Sumatra ke beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, menurut Marzuki, sangat tipis mengingat pantauan mata angin menunjukkan arah angin dominan bergerak dari barat laut dan timur laut menuju tenggara dan selatan Sumatra.

Ssementara itu, seperti yang diberitakan SIGAP sebelumnya, Kepala Seksi Pengendalian Hama Penyakit dan Kebakaran Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Jambi Sucipto di Jambi, Kamis (10/2) mengatakan, dalam kurun waktu 6 tahun terakhir sejak 2005, jumlah titik api atau "hot spot" di hutan-hutan di Jambi terus berkurang.

Lebih lanjut Sucipto menjelaskan, pada 2010 terdapat 623 titik api yang tersebar pada seluruh kabupaten/kota di Jambi.

Titik api terbanyak terjadi pada 2006 dengan jumlah 6.692 titik api sedangkan pada 2007 dan 2008 berkurang hingga dua ribu titik api.

Data yang dicatat Dinas Kehutanan Jambi menyebutkan, pada 2005 terdapat 1.604 titik api, pada 2006 ada 6.692 titik api, pada 2007 terdapat 2.782 titik api, pada 2008 ada 2.020 titik api, pada 2009 terdapat 1.784 titik api, dan pada 2010 tinggal 623 titik api. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita