Senin, 28 Mei 2012
Antusias Masyarakat Membeli Beras OP Tinggi
Jumat, 11 Februari 2011 03:02
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 11/2 (SIGAP) - Masyarakat Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung (Babel, memiliki antusiasme tinggi membeli beras operasi pasar (OP) yang dilaksanakan Perum Bulog Subdivre Bangka Belitung.

"Operasi beras yang dilaksanakan pada Januari dan Februari 2011 berjalan sukses karena beras yang dijual Bulog berkualitas baik, sehingga minat masyarakat membeli beras Bulog cukup tinggi," ujar Kasi Perindustrian Disperindagkop UMKM Bangka tengah, Amarullah, di Koba, Kamis (10/2).

Amarullah menjelaskan, kualitas beras OP tahun ini tidak lagi seperti kualitas beras pada 2009 yang mengakibatkan operasi pasar beras gagal.

Pada 2009, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi UMKM Bangka Tengah mengalami kegagalan dalam melaksanakan operasi pasar beras murah sebab kualitas beras yang ditawarkan tidak diminati masyarakat.

Pada tahun tersebut Disperindagkop UMKM Bangka Tengah melalui pihak ketiga mengalami kerugian besar sebab beras yang dibeli sebanyak delapan ton dari Perum Bulog Sub Divre Pangkalpinang hanya terjual di masyarakat sebanyak 1,5 ton sedangkan beras yang telah dibeli dari Perum Bulog Sub Divre Pangkalpinang tidak dapat dikembalikan lagi.

Menurut Amarullah, operasi pasar beras murah pada 2011 memiliki mekanisme berbeda dengan operasi pasar beras murah pada 2009 yakni dilaksanakan langsung oleh Perum Bulog Sub Divre Bangka Belitung.

"Disperindangkop UMKM Bangka Tengah hanya berperan untuk menentukan titik-titik tempat digelarnya operasi pasar beras murah di tiap kecamatan serta membantu untuk melakukan sortir pembeli agar beras dibeli oleh masyarakat yang membutuhkan," katanya.

Dirinya mengatakan, sortir pembeli ditujukan agar operasi pasar beras murah tepat sasaran yakni kepada para ibu rumah tangga (IRT) atau masyarakat kurang mampu.

"Jika membeli beras dalam jumlah diatas kewajaran maka pegawai kami akan menolaknya begitupula para pemilik toko yang membeli dalam jumlah besar pun kami tolak sebab operasi beras ini ditujukan membantu masyarakat rumah tangga dan kurang mampu," katanya yang menambahkan Disperindagkop UMKM menempatkan dua orang pegawai sebagai petugas sortir.

Menurut Amarullah, suksesnya operasi pasar beras murah di Bangka Tengah yang dijadwalkan akan digelar sebanyak empat kali terlihat pada operasi pasar beras murah yang pertama yakni pada 2 Februari 2011 di Kecamatan Lubuk Besar dengan beras yang dijual sebanyak enam ton.

"Dalam waktu kurang lebih lima jam sebanyak enam ton beras habis terjual bahkan masih ada warga yang ingin membeli beras namun sudah kehabisan," katanya yang menambahkan beras yang dijual berjenis beras Vietnam dengan tingkat kerusakan 15 persen dan harga jual Rp6.350 per kilogram.

Amarullah mengatakan, pada operasi pasar beras murah kedua yang dilaksanakan di Kecamatan Koba pada 9 Februari 2011 dengan jumlah beras yang dijual sebanyak 7,5 ton juga berjalan sukses.

"Di Kecamatan Koba beras dijual di tiga titik yakni di pasar tradisional Koba sebanyak tiga ton dan di Desa Kurau Timur dan Kurau Barat dengan total 4,5 ton," katanya yang menyatakan di tiga titik tersebut beras habis terjual dalam satu hari.

Sementara untuk operasi pasar ketiga, kata dia, akan dilaksanakan pada 16 Februari 2011 yang dilaksanakan di dua kecamatan sekaligus yakni di Kecamatan Sungai Selan dan Simpang Katis.

"Kami akan melaksanakan operasi di dua kecamatan sekaligus yakni di Balai Desa Simpang Katis dan di Pasar Sungai Selan untuk Kecamatan Sungai Selan namun untuk jumlah beras yang dijual kami belum mendapatkan informasi dari Perum Bulog Sub Divre Pangkalpinang," katanya.

Sedangkan untuk operasi pasar yang keempat, kata Amarullah, akan dilaksanakan pada 22 Februari 2011 di dua kecamatan sekaligus juga yakni di Kecamatan Namang dan Kecamatan Pangkalan Baru namun titik penjualan di dua kecamatan sedang dibahas oleh Disperindagkop UMKM Bangka Tengah.

Dirinya mengharapkan titik-titik penjualan dapat dijangkau secara luas oleh masyarakat sehingga penentuan titik-titik penjualan untuk Kecamatan Namang dan Pangkalan Baru akan kami dibahas secara mendalam. (laporan ari prahasta/ant)

 

Arsip Berita