Senin, 28 Mei 2012
Flu Burung Meluas Ke Kota Sungaipenuh
Jumat, 11 Februari 2011 02:13
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 11/2 (SIGAP) - Serangan wabah flu burung atau avian influenza (H5NI) di Kabupaten Kerinci kini meluas ke sejumlah desa di Kota Sungaipenuh, tetangga Kerinci.

Kabid Kesehatan Ternak Dinas Peternakan Kota Sungaipenuh Alpian melalui Petugas Kesehatan Ternak yang melakukan pengecekan langsung ke lapangan Drh Nirmala ketika dihubungi di Sungaipenuh, Kamis (10/2) membenarkan ratusan ayam di 3 desa di 3 kecamatan berbeda di Sungaipenuh positif terserang flu burung.

Dari pengujian yang dilakukan yakni (teskit), hasilnya positif ayam-ayam itu mati karena tertular flu burung.

Nirmala mengakui, kejadian ternak ayam yang mati mendadak tersebut telah dialami peternak dan warga pemelihara ayam sudah berlangsung sejak dua pekan lalu. Hingga diturunkannya petugas kesehatan hewan diketahui telah 100 ekor lebih ayam mati mendadak.

Ayam-ayam itu mati mendadak 50 ekor di antaranya ayam milik peternak jenis ayam ras, sementara sisanya ayam peliharaan warga setempat jenis ayam kampung.

Menurut warga dan peternak, ayam-ayam tersebut mati dengan indikasi yang sama, yakni secara mendadak padahal sebelumnya tidak terlihat sedang sakit.

Sementara ketiga desa yang dinyatakan positif terserang flu burung tersebut adalah desa Tanjung Mudo, Kecamatan Hamparang Rawang, Desa Sebrang Sungai Liuk Kecamatan Pesisir Bukit, dan Desa Karya Bakti Kecamatan Sungaipenuh. Semua ayam yang sudah mati tersebut telah dikubur dan dibakar oleh pemiliknya.

Petugas yang langsung turun ke lapangan juga langsung mengambil tindakan antisipasi dengan melakukan penyemprotan cairan des enspektan ke kandang-kandang ayam warga setempat.

"Temuan ini sudah langsung kita laporkan kepada Disnak dan Dinkes Provinsi Jambi dan Kementan serta Kemenkes di Jakarta melalui sistem `SMS Gate Away`," tambah Nirmala.

Terkait hal ini, Pemerintah Kota Sungaipenuh, Jambi, melalui Dinas Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perkebunan langsung mengisolasi 3 desa di 3 kecamatan di Kota Sungaipenuh yang positif terserang flu burung.

Tindakan preventif dan antisipatif ini bertujuan untuk mencegah meluasnya penularan flu burung ke desa-desa lainnya, kata Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kota Sungaipemuh Ir Elpian Gusti melalui petugas lapangan Drh Nirmala ketika dihubungi di Sungaipenuh, Kamis (10/2).

"Ketiga desa sudah langsung kita isolasi guna mencegah meluasnya dampak penularan wabah flu burung yang telah memusnahkan sekitar 100 ekor ayam ternak dan peliharaan warga," katanya.

Upaya isolasi yang dilakukan di antaranya dengan melakukan penyemprotan cairan deinspektan (Destan) ke kandang-kandang ternak ayam warga, juga memutus jalur lalu lintas ternak unggas dari dan ke Kota Sungaipenuh. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita