Senin, 28 Mei 2012
PUP: Kebutuhan Air Bersih Di Lereng Merapi Kritis
Kamis, 10 Februari 2011 16:01
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 10/2 (SIGAP) - Koordinator Penanggulangan Bencana Erupsi Merapi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUP) Kabupaten Sleman Junaidi, Kamis (10/2) mengatakan, kebutuhan air bersih masyarakat di lereng Gunung Merapi di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman sejak erupsi hingga sekarang masih kritis akibat mata air di "Umbul Lanang", "Umbul Wadon" dan "Tuk Bebeng" masih tertutup material vulkanik.

"Sebelumnya masyarakat di Desa Umbulharjo, Kepuharjo, Glagaharjo dan sebagian Wukirsari, mengandalkan air bersih dari ketiga sumber mata air itu," katanya.

Namun akibat erupsi Gunung Merapi sumber-sumber air tersebut rusak, termasuk pipa saluran air yang juga rusak akibat tersapu lahar, katanya.

Menurut Junaidi, kebutuhan air bersih bagi masyarakat di wilayah-wilayah tersebut sampai saat ini masih sangat kritis.

"Dinas PUP Sleman sendiri belum dapat memastikan kapan akan membangun instalasi air bersih di tiga sumber mata air di lereng Gunung Merapi tersebut. Karena ancaman bahaya sekunder banjir lahar dingin masih terus terjadi," katanya.

Dirinya mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali memperbaiki instalasi dan saluran air bersih di tiga sumber air tersebut, namun selalu terutup material kembali dari banjir lahar dingin.

"Dengan kondisi seperti ini kami belum tahu, kapan kritis air bersih ini akan berakhir," katanya.

Junaidi mengatakan, pihaknya sangat berharap kepada donatur untuk dapat membantu ketersedian air bersih di wilayah Kecamatan Cangkringan.

"Tanpa bantuan pasokan air melalui armada pengangkut maka saat ini akan sulit sekali bagi masyarakat di Cangkringan untuk bisa memenuhi kebutuhan air bersih," katanya. (laporan ari prahasta/ant)

 

Arsip Berita