Senin, 28 Mei 2012
Dishut: Titik Api Di Jambi Terus Berkurang
Kamis, 10 Februari 2011 03:22
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 10/2 (SIGAP) - Kepala Seksi Pengendalian Hama Penyakit dan Kebakaran Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Jambi Sucipto di Jambi, Kamis (10/2) mengatakan, dalam kurun waktu enam tahun terakhir sejak 2005, jumlah titik api atau "hot spot" di hutan-hutan di Jambi terus berkurang.

Lebih lanjut Sucipto menjelaskan, pada 2010 terdapat 623 titik api yang tersebar pada seluruh kabupaten/kota di Jambi.

Titik api terbanyak terjadi pada 2006 dengan jumlah 6.692 titik api sedangkan pada 2007 dan 2008 berkurang hingga dua ribu titik api.

Data yang dicatat Dinas Kehutanan Jambi menyebutkan pada 2005 terdapat 1.604 titik api, pada 2006 ada 6.692 titik api, pada 2007 terdapat 2.782 titik api, pada 2008 ada 2.020 titik api, pada 2009 terdapat 1.784 titik api, dan pada 2010 tinggal 623 titik api.

Sucipto mengatakan jumlah titik api tersebut berkurang karena beberapa faktor antara lain perubahan cuaca dan jumlah hutan terus menurun akibat pembalakan liar.

Dampak negatif dan kerugian dari kebakaran hutan yang menimbulkan titik api bisa menyengsarakan kehidupan manusia, flora dan fauna yang berujung dengan kemusnahan, katanya.

Keseimbangan ekosistem dan aktivitas sehari-hari, katanya, juga terganggu, asap bisa menimbulkan dan menganggu kesehatan yang secara tidak langsung bisa memicu terjadinya tanah longsor dan banjir apabila hutan itu rusak dan dibakar.

Selain itu dampaknya bisa mempengaruhi kesuburan tanah dan jasad renik musnah dan kandungan bahan tambang seperti batubara, minyak bumi dan gambut serta lainnya.

Untuk mengatasi terjadinya kebakaran hutan yang mengakibatkan timbulnya titik api, Dinas Kehutanan Provinsi Jambi sudah menyurati dan minta Dinas Kehutanan di kabupaten/kota untuk bisa lebih siaga dalam mengantisipasi kebakaran hutan. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita