Senin, 28 Mei 2012
Apindo: Gula Rafinasi Diizinkan Dilepas Ke Pasar
Kamis, 10 Februari 2011 03:18
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 10/2 (SIGAP) - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulawes Utara, Andre Angouw, di Manado, Kamis (10/2) mengatakan, pemerintah mengizinkan melepas gula rafinasi ke pasar, sebagai upaya mencegah gejolak pasar yang terjadi belakangan ini.

Menurut Andre, gula tersebut harganya lebih murah dibandingkan dengan gula manis yang dijual bebas oleh para pengusaha di berbagai lokasi.

Sementara itu, adanya kecurigaan, bahwa gula rafinasi itu mengandung bahan kimia, dinilai bukan kewenangan mereka untuk menjelaskan dan itu hak dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

"Kami yakin gula rafinasi itu bersih dan layak dikonsumsi, karena sudah dijual bebas dan disahkan langsung pemerintah," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut Sanny Parengkuan mengatakan, gula rafinasi dilepas ke pasaran, jika harga bahan kebutuhan pokok tersebut naik tak terkendali.

"Stok gula rafinasi cukup banyak, saat ini belum dilepas langsung ke pasaran karena gula kristal impor masih banyak, namun bila harga naik terus, maka rafinasi jadi pilihan terakhir," katanya.

Sanny mengatakan, keuntungan menjual gula rafinasi yakni harga bisa ditekan jauh lebih dari harga eceran saat ini.

"Saat ini, harga gula di pasaran sudah melambung menjadi Rp12.000 per kilogram (kg), tetapi bila gula rafinasi dilepas ke pasaran bisa dapat menstabilkan harga pada kisaran Rp9.000 per kg," kata Sanny.

Jaminan harga gula rafinasi lebih murah, kata Sanny, karena dibeli sejak tahun lalu dengan harga masih murah, makanya pedagang menjamin dapat menjual memenuhi keinginan masyarakat. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita