Senin, 28 Mei 2012
Diskes: Sebanyak 113 Gizi Buruk Ditemukan Di Medan
Kamis, 10 Februari 2011 00:00
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 10/2 (SIGAP) - Kasus gizi buruk di Kota Medan masih mengkhawatirkan, karena hingga awal Februari 2011, sedikitnya sudah 113 anak-anak di daerah itu terdeksi menderita gizi buruk.

Berdasarkan data diperoleh dari Dinas Kesehatan Medan, Rabu (9/2), gizi buruk melanda di 21 kecamatan di Kota Medan. Kasus tertinggi ada di Kecamatan Medan Tembung sebanyak 18 kasus, selanjutnya Kecamatan Medan Belawan dan Medan Johor masing-masing 10 kasus.

Kemudian Medan Sunggal dan Medan Deli sebanyak 9 kasus, Medan Area (8 kasus), Medan Helvetia (7 kasus), Medan Denai, Medan Labuhan, dan Medan Marelan sebanyak 6 kasus. Medan Selayang (5 kasus)Medan Petisah (4 kasus).

Medan Timur (3 kasus), Medan Baru, Medan Maimun, Perjuangan, Medan Barat, dan Medan Kota masing-masing 2 kasus, dan paling sedikit adalah Medan Amplas hanya satu kasus. Dari semua kasus gizi buruk itu, usia anak-anak yang terserang mulai dari bayi hingga balita.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Edwin Effendi mengatakan, untuk menanggulangi kasus gizi buruk itu, pihaknya akan melakukan penjaringan anak-anak penderitanya dengan bekerja sama dengan lintas sektor.

Menurut Edwin, nantinya kepala lingkungan dituntut lebih aktif mendata warganya yang terindikasi terkena gizi buruk dan melaporkannya ke kelurahan untuk seterusnya dilanjutkan ke kecamatan hingga akhirnya penderita segera mendapatkan perawatan sebelum penyakitnya semakin memburuk.

"Penjaringan gizi buruk agar tidak ada lagi yang terkena karena semua warga dipantau oleh kepala lingkungan. Kalau ada indikasi segera dikasih tau, jadi segera tahu penanganannya," katanya.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Medan, Irma Suryani, mengatakan, gizi buruk rentan menyerang mereka yang tinggal di daerah pinggiran.

"Disamping masalah ekonomi, kurangnya kebersihan lingkungan juga bisa menjadi pemicunya," katanya.

SIGAP mencatat, biasanya faktor kemiskinan menjadi faktor dominan penyebab munculnya gizi buruk bagi balita yang ada di hampir semua daerah.

Setidaknya ada 2 faktor yang melatarbelakangi penyebab munculnya gizi buruk di hampir setiap daerah, yakni faktor kemiskinan dan minimnya pengetahuan orang tua terkait pemberian gizi kepada anak. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita