Senin, 28 Mei 2012
BBPOM Medan Awasi 190 Industri Rumah Tangga
Kamis, 10 Februari 2011 00:00
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 10/2 (SIGAP) - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Kota Medan, Sumatera Utara, terus melakukan pengawasan secara intensif terhadap 190 industri rumah tangga yang ada di daerah itu demi terjaganya produk makanan dan minuman sesuai ketentuan.

Kabid Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan, Sacramento, di Medan, Selasa (8/2) mengatakan, dari 1.370 Industri Rumah Tangga (IRT) dalam bidang pangan di daerah ini, sekitar 190 masuk dalam cakupan pengawasan. "Sisanya tidak terdata dikarenakan usaha perorangan dan berpindah-pindah," kata Sacramento.

Dari 190 IRT tersebut, katanya, ada beberapa temuan yakni tidak memenuhi ketentuan dari segi hygenitasi dan sanitasi sebanyak 28 saran.

Hasil pengujian pangan tahun 2010, dari sebanyak 4.476 sample yang diuji, 192 tidak memenuhi syarat seperti mengandung pemanis buatan, 75 mengandung bahan pengawet, 8 Boraks, 1 Formalin dan lainnya.

Jenis bahan berbahaya yang ditemukan dalam sample pangan antara lain pada kerupuk mengandung boraks ada 3, sebanyak 4 sample pangan pada bakso yang mengandung boraks, pangan bleng (pengembang) mengandung boraks ada 1 dan pada pangan udang kering ditemukan 1 yang mengandung boraks.

Pangan yang mengandung cemaran mikrobiologi seperti bakteri E-coeli, Kapang dan Camir sebanyak 71 bahan pangan.

Sementara menanggapi kejadian jajanan anak sekolah yang beberapa waktu lalu sempat meracuni murid sekolah dasar di Kabupaten Deli serdang ia mengatakan, pihaknya telah melakukan pengawasan, baik turun langsung maupun bekerjasama dengan lintas sektor seperti dinas kesehatan dan disperindag.

"Dalam rapat kordinasi dengan dinas pendidikan, kita menekankan supaya setiap kantin sekolah dipantau oleh pihak sekolah agar jangan sampai menimbulkan makanan berisiko pada anak-anak sekolah," katanya.

BBPOM sendiri, lanjutnya, cukup efektif melakukan pengawasan makanan dan minuman, dari indikator makanan di sekolah mutunya semakin baik.

Dijelaskannya, pembinaan dilakukan oleh dinas kesehatan terhadap pembuat makanan agar aman dikonsumsi. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita