Senin, 28 Mei 2012
Diskes: Kematian Bayi Di Kalsel Capai 611 Anak
Rabu, 09 Februari 2011 12:07
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 9/2 (SIGAP) - Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan (Kalsel) Rosihan Adhani di Banjarmasin, Rabu (9/2) mengatakan, jumlah kematian bayi di Kalsel pada 2010 sebanyak 611 anak, naik dibanding 2009 sebanyak 521 anak, sementara pada 2008 hanya 509 anak.

Di hadapan para pejabat dan Sekretaris Daerah Pemprov Kalsel Mukhlis Gafuri, Rosihan mengatakan, usia perkawinan muda di Kalsel kini menduduki peringkat pertama di Indonesia mengalahkan Jawa Barat.

Tingginya angka kawin muda tersebut kata Rosihan, tidak hanya meningkatkan angka kematian bayi tetapi juga angka kematian ibu yang juga cukup tinggi.

"Jumlah kematian ibu pada 13 kabupaten dan kota di Kalsel juga mengalami kenaikan pada 2009 sebanyak 94 orang dan 2010 menjadi 111 orang," katanya.

Kematian ibu pada 2010 tersebut antara lain disebabkan, perdarahan sebanyak 43 orang, hipertensi 25 orang, infeksi delapan orang dan lain-lain sebanyak 35 orang.

Berdasarkan riset kesehatan dasar angka perkawinan di Kalsel yaitu usia 10-14 tahun sebanyak 4,8%, 15-19 tahun atau usia sekolah sebanyak 41,9%, 20-24 tahun 33,6% dan 25-29 sebanyak 29%.

Bila dilihat data tersebut, kata Rosihan, usia 15-19 menduduki angka tertinggi yaitu 41,9%, padahal saat anak-anak masih harus berada di bangku sekolah.

Persoalan yang memicu terjadinya kawin muda, kata Rosihan, antara lain kekhawatiran orang tua terhadap pergaulan anak-anak saat ini selain juga faktor ekonomi.

"Apalagi berdasarkan riset dari kantor BKKBN dari 100 remaja wanita yang diteliti sebanyak 50 orang sudah tidak perawan," katanya.

Hal tersebut menunjukkan bahwa pergaulan bebas juga mendorong terjadinya pernikahan usia muda.

Mengantispasi hal tersebut, pihaknya berharap Dinas Pendidikan Kalsel bisa memasukkan mata pelajaran kesehatan dalam pelajaran muatan lokal," katanya.

Idealnya, lanjutnya, usia perkawinan seseorang adalah pada usia 20-30 tahun. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita