Senin, 28 Mei 2012
BKP: Sulut Akan Optimalkan Lahan Terlantar 48.195 Hektare
Rabu, 09 Februari 2011 04:32
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 9/2 (SIGAP) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara akan mengoptimalkan lahan terlantar seluas 48.195 hektare dalam upaya menghadapi ancaman krisis pangan.

Demikian dikatakan Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Sulut Frets Kaunang di Manado, Selasa (8/2).

Menurut Frets. dari pendataan, luas lahan produktif yang dibiarkan tidak diusahakan pemiliknya berkisar 48.195 hektare. "Itu akan menjadi target penanaman tahun ini," katanya

Frets mengatakan, dalam upaya mengoptimalkan lahan pertanian tersebut, pemerintah daerah meluncurkan program menyentuh tanah yang dimaksudkan menjadi pendorong semangat masyarakat meningkatkan produksi pangan.

"Ancaman krisis pangan tidak main-main karena dampak iklim yang sangat ekstrem berakibat kegagalan panen bukan hanya di sejumlah daerah penghasil di Tanah Air, tetapi juga berbagai negara di dunia," kata Frets.

Program menyentuh tanah, kata Frets, bertujuan menggerakkan dan mendorong semua komponen masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian, pekarangan dengan tanaman pangan yang rentan terimbas inflasi seperti padi, jagung, bawang, tomat.

"Sasarannya adalah tersedianya komoditas pangan dan hortikultura dalam jumlah cukup sepanjang tahun, dan meningkatkan produksinya guna menjaga ketahanan bahan kebutuhan pokok masyarakat," kata Frets.

Untuk mendorong pemanfaatan lahan terlantar, kata Frets, pemerintah provinsi melakukan berbagai langkah operasional, dan yang sedang berlangsung sekarang yakni koordinasi dan sosialisasi ke berbagai pihak termasuk pemerintah kabupaten/kota.

Koordinasi dilakukan minimal satu bulan sekali guna mengetahui sampai berapa jauh perkembangan pemanfaatan lahan yang tidak produktif dan lahan pekarangan guna menjadi areal produksi pangan.

Dikatakan Frets, untuk keberhasilan program telah ditetapkan kelompok sasaran yakni kelompok tani, wanita tani, Gapoktan, PKK, LSM, kelompok fungsional dan pegawai. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita