Senin, 28 Mei 2012
Warga Jayapura Keluhkan Tingginya Harga Beras
Rabu, 09 Februari 2011 03:35
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 9/2 (SIGAP) - Warga Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, mengeluhkan tingginya harga beras pada tingkat pedagang pengecer yang nyaris tak terjangkau.

"Harga beras di pasaran saat ini cukup tinggi, bagi kami ekonomi lemah tentu sangat berat" kata seorang warga Serlina Ruben, di Sentani, Rabu (9/2).

Serlina mengatakan, harga beras bermerek seperti Betet kini dijual pedagang dengan harga Rp12.000 per kilogram dari harga sebelumnya berkisar Rp9.000 per kg, jenis medium (IR 64) Rp9.000 per kg naik menjadi Rp11.500 per kg, sedangkan stok cukup.

Sedangkan harga beras jenis Putri Talina Rp12.000 per kg dari harga Rp9.000 per kg, beras jenis jeruk nipir tetap dengan harga Rp8.000 per kg, dan beras jenis pandan wangi dari harga Rp8.500 menjadi Rp10.000 per kg.

Dirinya menambahkan, begitu pula dengan harga beras Bulog kini harganya hampir sama dengan beras bermerek yang mencapai Rp7.000 per kg, dari harga sebelumnya hanya Rp5.000 per kg.

Dikatakan, selama ini hanya membeli beras bulan yang harganya masih terjangkau yakni Rp5.000 per kg atau membeli beras jatah Pegawai negeri Sipil (PNS) yang dijual dengan harga murah.

Namun harga beras Bulog pun kini hampir sama dengan beras bermerek yang mencapai Rp7.000 per kg.

Dengan situasi seperti ini, ibu tiga anak ini berharap pemerintah melakukan inspeksi mendadak di pasar mengingat situasi seperti ini biasanya dimanfaatkan oleh pedagang yang tidak bertanggungjawab.

"Kalau hal ini dibiarkan sama saja pemerintah membiarkan masyarakat tidak mampu semakin menderita karena tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan dasarnya," ketusnya.

Sebab, katanya, bukan hanya beras yang mengalami kenaikan harga, tetapi hampir semua sembilan bahan pokok (Sembako) dan juga sebagian bumbu dapur.

Menurutnya, tingginya harga Sembako di Papua mengikuti perubahan harga dari luar, mengingat 99 persen bahan kebutuhan pokok disuplai dari Pulau Jawa dan sekitarnya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita