Senin, 28 Mei 2012
Danlanal: Ombak Di Perairan Cirebon Mulai Tenang
Selasa, 08 Februari 2011 15:14
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 8/2 (SIGAP) - Ombak di perairan laut utara Jawa di Cirebon sejak Imlek 3 Pebruari 2011 mulai tenang dan berkisar antara 1 dan 2 meter, kendati demikian belum semua nelayan berani melaut terlalu jauh.

Demikian dikatakan Danlanal Cirebon Letkol Laut (P) Denny Septiana di Cirebon, Selasa (8/2). Denny mengatakan, ombak masih dibawah 2 meter, sehingga pihaknya belum memberi peringatan kepada para nelayan yang menangkap ikan di perairan itu.

"Kalau ombak sudah diatas tiga meter, kita akan memberi peringatan agar nelayan khususnya kapal ukuran kecil untuk tidak melaut," katanya.

Sebelumnya diberitakan produksi ikan hasil tangkapan nelayan di Cirebon, Jawa Barat, turun drastis sejak ombak besar akhir Desember 2010 sampai sekarang karena nelayan tidak berani berlayar jauh.

Menurut Kardi, ptugas pendaratan ikan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Cirebon, produksi ikan yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan biasanya mencapai 3 ton per hari per kapal pursen. Namun katanya, sejak ombak besar produksi nelayan hanya berkisar antara 6 dan 7 kuwintal.

Dirinya menjelaskan, nelayan yang menggunakan kapal ukuran kecil yakni sekitar 6 GT hanya berani menangkap ikan antara satu dan dua mil di sekitar pantai Cirebon.

Jika ombak agak tenang, nelayan bisa berlayar agar ke tengah laut yang lebih banyak ikan seperti ikan kembung dan cumi-cumi.

Berbeda dengan nelayan yang menggunakan kapal ukuran besar, produksinya masih berjalan normal terutama yang menangkap ikan pari.

Nelayan kapal besar yang mendaratkan ikan di Pelabuhan Nusantara Kejawanan biasanya menangkap ikan hingga perairan Kalimantan dan Sulawesi antara 2 dan 3 bulan.

Produksi nelayan kapal besar tersebut berkisar antara 20 hingga 35 ton dengan tangkapan ikan pari. Sekali bongkar biasanya antara 1 dan 2 kapal, katanya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita