Senin, 28 Mei 2012
Menag Ingin Gratiskan Madrasah Dari MI Hingga MA
Selasa, 08 Februari 2011 03:40
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 8/2 (SIGAP) - Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali ingin menggratiskan madrasah (pendidikan agama) mulai dari MI (SD), MTs (SMP), hingga MA (SMA).

"Ke depan akan ada program madrasah gratis mulai dari ibtidaiah (MI) hingga aliah (MA). Kami sedang memikirkan madrasah gratis yang segratis-gratisnya," katanya di Surabaya, Senin (8/2).

Suryadharma Ali yang juga Ketua Umum DPP PPP itu mengemukakan hal tersebut saat berpidato pada pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) PPP Jatim di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

Di depan sejumlah ulama dan Gubernur Jatim Soekarwo, Suryadharma Ali mengatakan, pihaknya sedang menghitung anggaran untuk madrasah gratis itu mulai dari Madrasah Ibtidaiah (MI), Madrasah Tsanawiah (MTs), hingga Madrasah Aliah (MA).

"Kami sedang menghitung anggaran sesuai dengan kemampuan pemerintah, apakah ada kemampuan seluruhnya atau sebagaian, apakah untuk Indonesia timur dulu, tengah, atau timur dan tengah," katanya.

Menurutnya, potensi untuk pembiayaan madrasah gratis itu ada, karena anggaran pendidikan dalam APBN itu berlangsung selama dua tahun, karena pendidikan itu dimulai Juni, sehingga bisa untuk dua kali APBN.

"Saya juga mohon kerja sama Pemprov, tapi saya perhatikan Gubernur Jatim sudah sehati dengan saya bahwa madrasah itu penting, sebab 91,5 persen madrasah itu madrasah swasta dan hanya 8,5 persen madrasah negeri," katanya.

Artinya, katanya, 91,5 persen itu perjuangan ulama dan tanpa perjuangan itu akan banyak masyarakat yang buta huruf. Karena itu sangat tepat bila pemerintah menghargai jasa mereka dengan madrasah gratis.

"Saya juga minta DPR/DPRD mendukung program madrasah gratis dengan persetujuan anggaran untuk itu. Kami sendiri menerima APBN Rp31 triliun dan Rp27 triliun di antaranya untuk pendidikan agama," katanya.

Di Jatim, katanya, pihaknya memondokkan 500 anak jalanan dan anak terlantar melalui program Pendidikan Terpadu Anak Harapan (Dikterapan) pada 10 pesantren yang dibiayai Kementerian Agama hingga lulus sekolah. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita