Senin, 28 Mei 2012
Diskes: Kemiskinan Penyebab Gizi Buruk Di Kota Malang
Selasa, 08 Februari 2011 03:14
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 8/2 (SIGAP) - Kepala Seksi Gizi Dinas Kesehatan Kota Malang Tomi Sukarno, Selasa (8/2) mengatakan, faktor kemiskinan menjadi faktor dominan penyebab munculnya gizi buruk bagi balita yang ada di Kota Malang, Jawa Timur.

Diakui Tomi, sebenarnya ada dua faktor yang melatarbelakangi penyebab munculnya gizi buruk di daerah itu, yakni faktor kemiskinan dan minimnya pengetahuan orang tua terkait pemberian gizi kepada anak.

"Kasus gizi buruk di daerah ini lebih banyak disebabkan oleh faktor kemiskinan. Dari data yang ada hanya tiga balita yang mengalami gizi buruk disebabkan rendahnya pengethuan orang tua akan pentingnya pemberian gizi kepada anak," tegasnya.

Menurut Tomi, orang tua penderita gizi buruk tersebut secara finansial tidak ada masalah, namun makanan yang diberikan tidak bernutrisi sehingga mengakibatkan balita mengalami gizi buruk.

Tomi mengatakan, untuk menangani balita penderita gizi buruk tersebut masih terkendala, yakni keberadaan dan domisili orang tua balita tidak menetap, sehingga Dnkes kesulitan memantau perkembangan anak secara khusus selama tiga bulan secara berturut-turut.

Kendala kedua, katanya, minimnya anggaran untuk penanganan gizi buruk. Pada tahun 2010 anggaran yang tersedia untuk menanganai gizi buruk tersebut sebesar Rp3,9 miliar, padahal idealnya satu persen dari total APBD. Jika APBD Kota Malang mencapai Rp1,11 triliun, maka anggaran penanganan gizi buruk minimal Rp10 miliar.

Sementara Kepala Dinkes Kota Malang Enny Sekar Rengganingati mengatakan, penanganan balita gizi buruk tersebut menjadi prioritas program tahun ini (2011), bahkan tahun ini Kota Malang harus terbebas dari penderita gizi buruk.

Jumlah balita penderita gizi buruk di Kota Malang saat ini mencapai 67 balita yang tersebar di sejumlah puskesmas di daerah itu. Jumlah balita gizi buruk terbanyak ditemukan di Puskesmas Kendalsari sebanyak 13 balita, Ciptomulyo 11 balita, Janti 8 balita, Dinoyo 7 balita, dan puskesmas lainnya antara 1-6 balita.

Melihat kenyataan bahwa di Kota Malang masih ditemukan adanya puluhan balita menderita gizi buruk, Ketua Komisi D Syaiful Rusdi mengaku masih ragu dengan data tersebut."Mungkin mereka (67 balita) itu hanya mengalami kurang gizi saja, bukan gizi buruk," tegasnya.

Jumlah balita yang ada di Kota Malang saat ini mencapai 65.898 balita dan yang menderita gizi buruk sebanyak 67 balita atau sekitar 0,1 persen. Jumlah sebanyak 67 balita tersebut mengalami penurunan cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2010 yang mencapai 186 balita. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita