Senin, 28 Mei 2012
Sebanyak 24 Jiwa Warga Babel Jadi Korban Bencana Di 2010
Selasa, 08 Februari 2011 02:35
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 8/2 (SIGAP) - Kepala Seksi Bantuan Sosial Korban Bencana pada Dinkesos Provinsi Bangka Belitung (Babel), Aswin di Pangkalpinang, Selasa (8/2) mengatakan, sepanjang 2010 sebanyak 24 jiwa warga di wilayah Babel menjadi korban bencana alam angin puting beliung, banjir, disambar petir dan gelombang tinggi yang menghantam sejumlah perahu nelayan.

Aswin menjelaskan, para korban menemui ajal dalam 58 kali bencana alam yang melanda Babel sepanjang 2010, dengan jumlah korban keseluruhan sebanyak 1.637 kepala keluarga (KK) dan 24 korban jiwa.

Dijelaskan Aswin, berdasarkan data bencana alam di Kota Pangkalpinang selama 2010 sebanyak enam kali kejadian dengan korban 266 kepala keluarga, bencana alam di Kabupaten Bangka lima kali kejadian dengan korban 28 kepala keluarga dan korban jiwa 3 orang.

Bencana alam di Kabupaten Belitung 5 kali kejadian dengan korban 15 kepala keluarga dan korban jiwa satu orang, bencana alam di Kabupaten Bangka Tengah 3 kali kejadian dengan korban 21 kepala keluarga dan korban jiwa 5 orang.

Sedangkan bencana alam di Kabupaten Bangka Barat 5 kali kejadian dengan korban 433 kepala keluarga dan korban jiwa 1 orang, bencana alam di Kabupaten Bangka Selatan 9 kali kejadian dengan korban 866 kepala keluarga dan bencana alam di Kabupaten Belitung Timur 19 kali kejadian dengan korban delapan kepala keluarga dan korban jiwa 14 orang.

"Korban bencana alam cukup banyak karena kurangnya kewaspadaan warga dalam mengantisipasi benacana alam yang datang secara tiba-tiba," ujarnya.

Untuk itu, kata Aswin, untuk mengantisipasi bencana alam yang mungkin kembali terjadi pihak Dinkesos Babel telah menyiagakan 493 orang taruna siaga bencana (Tagana) di seluruh kabupaten dan kota, untuk melaksanakan bantuan sosial berupa menyalurkan bantuan bahan makanan, pakaian, evakuasi dan lainnya dalam meringankan beban para korban bencana alam.

Sementara, sudah disiapkan juga stok bantuan makanan seperti beras sebanyak 42 ton, 1.000 dus mie instan, 20 ribu dus ikan sarden kaleng dan kebutuhan lainnya, sehingga begitu terjadi bencana bisa langsung membantu para korban baik dalam proses evakuasi dan penyaluran bahan makanan yang sangat diperlukan para korban.

"Kami telah menyiagakan para relawan Tagana selama 24 jam di titik-titik daerah rawan bencana agar bantauan dan evakuasi korban dapat dilakukan secepat mungkin," ujarnya. Namun demikian, kata Aswin, diharapkan warga meningkatkan kewaspadaan dengan memperhatikan kondisi cuaca dan mencari perlindungan apabila bencana datangnya secara tiba-tiba.

"Biasanya, warga selalu panik apabila angin puting beliung datang secara tiba-tiba yang yang berpotensi menelan korban jiwa," ujarnya.

Terkait hal tersebut, Aswin mengimbau semua warga untuk tetap mewaspadai bencana alam seperti angin puting beliung, anjir, gelombang tinggi, petir yang rawan terjadi hingga April dengan intensitas tinggi.

Aswin mengatakan, berdasarkan perkiraan cuaca dari Pihak BMKG, cuaca buruk akan terus melanda wilayah Babel, tetapi belum bisa dipastikan apakah berpotensi puting beliung atau tidak sehingga masyarakat harus waspada jika terjadi cuaca buruk.

Namun, katanya, tidak ada salahnya warga segera memangkas dahan dan menebang pohon tua untuk menghindari pohon tumbang yang menelan korban jiwa.

"Kami meminta warga menebang pohon tua di sekitar rumah dan juga jalan raya untuk menghindari kerugian harta benda dan korban jiwa selama cuaca ekstrim masih terus berlangsung," ujarnya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita