Senin, 28 Mei 2012
Bappenas : Koridor Ekonomi Masuk Pembangunan Jangka Panjang
Jumat, 04 Februari 2011 08:55
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 4/2 (SIGAP) - Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Lukita D Tuwo menyatakan bahwa pengembangan pengembangan sejumlah koridor ekonomi masuk dalam rencana pembangunan jangka panjang.

"Ini sampai 2025, basisnya keunggulan daerah yang punya nilai tambah sehingga pemerintah daerah akan berperan besar," kata Lukita di Gedung Bappenas Jakarta, Jumat.

Ia menyebutkan, dalam waktu dekat ini Menko Perekonomian akan meluncurkan Rencana Induk Pembangunan Koridor Ekonomi.

"Nanti hari Senin, Menko Perekonomian akan melaunching Rencana Induk ini," katanya.

Seperti diketahui, pemerintah saat ini sedang menggodok "Koridor Ekonomi Indonesia" yang akan membagi pembangunan perekonomian di wilayah Indonesia dalam enam klaster.

"Dana yang dibutuhkan diperkirakan lebih dari 60 miliar dolar AS, yang akan ditopang oleh sejumlah pihak secara bersama-sama, seperti swasta murni, public private partnership, bantuan dari pihak asing, BUMN, dan dana dari negara melalui APBN/ APBD," kata Menteri Perekonomian Hatta Rajasa, di Bandarlampung, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, rencana pembangunan ekonomi jangka menengah Indonesia itu akan berlangsung mulai 2011-2025.

Dalam rencana tersebut, seluruh pembangunan yang bertujuan untuk meningkatkan taraf perekonomian di seluruh wilayah di Indonesia itu akan dibagi dalam enam zona perekonomian.

Ketika ditanya apakah pengembangan kawasan pertanian tanaman pangan di Indonesia Timur, Lukita mengatakan bahwa pengembangan pangan di Indonesia timur tidak ada kaitannya dengan pengembangan koridor ekonoomi.

"Pengembangan koridor ekonomi ditujukan untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru," katanya.

Sementara pengembangan kawasan pertanian untuk mengantisipasi ketergantungan wilayah timur kepada baratdan mengatasi dampak kerawanan pangan akibat perubahan iklim.

Sementara itu ketika ditanya mengenai dampak harga minyak dunia saat ini, Lukita menolak memberikan tanggapan.

"Saya melakukan hal yang tidak berkaitan dengan minyak, saya mengkoordinasikan percepatan pembangunan Papua, termasuk di Wasior," katanya. (Laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita