Senin, 28 Mei 2012
Bengkulu : Pemprov Tawarkan Lokasi Peluncuran Satelit
Jumat, 04 Februari 2011 08:54
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 4/2 (SIGAP) - Pemerintah Provinsi Bengkulu menawarkan tiga lokasi pembangunan stasiun peluncur satelit kepada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) di Pulau Enggano Kecamatan Enggano Kabupaten Bengkulu Utara.

"Kami sudah melakukan survei awal dan ada tiga titik lokasi yang menjadi alternatif dan akan ditawarkan kepada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional atau Lapan," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Bengkulu Winarkus di Bengkulu, Jumat.

Hal itu dikatakannya usai menggelar pemaparan hasil survei awal lokasi pembangunan stasiun peluncur satelit kepada para pihak yang ada di daerah itu.

Hadir dalam pemaparan tersebut antara lain Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bengkulu Utara dan Provinsi Bengkulu, Universitas Bengkulu, Badan Lingkungan Hidup, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu.

Tiga lokasi tersebut yakni Tanjung Komang, Kioyo dan Tanjung Laboko, yang ketiganya berada di sebelah Selatan pulau atau di sisi sebalik pemukiman warga.

"Tiga titik lokasi ini berada di Selatan pulau atau masyarakat menyebutnya sebalik pulau, karena tidak ada pemukiman disana, ini sangat sesuai dengan kriteria Lapan," katanya.

Dari tiga lokasi tersebut menurut dia, Tanjung Laboko merupakan yang paling strategis karena bisa meluncurkan satelit langsung ke orbit.

Letak kawasan tersebut berada 20 meter di atas permukaan laut dan jauh dari pemukiman, sesuai dengan kriteria yang ditetapkan LAPAN.

Namun, lokasi ini berada di dalam kawasan Taman Buru Gunung Nanua register 59 yang merupakan kawasan dilindungi dan berada di bawah pengelolaan BKSDA Bengkulu.

"Kami juga mengundang BKSDA dalam pemaparan ini, dan meminta masukan. Pada dasarnya mereka mendukung, asalkan sesuai prosedur pinjam pakai kawasan hutan yang disetujui Kementerian Kehutanan," katanya.

Winarkus mengatakan pembangunan stasiun peluncur itu hanya membutuhkan lokasi 1 hektare, namun harus steril dalam radius 200 hektare.

Setelah pemaparan dan mendapatkan masukan dari pihak terkait, Balitbang akan menyampaikan ke LAPAN untuk ditindaklanjuti dengan menurunkan tim ke Pulau Enggano.

Untuk diketahui, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional akan membuat kajian tentang pembangunan stasiun peluncuran satelit di Pulau Enggano, Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara. (Laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita