Senin, 28 Mei 2012
IPC Sediakan Informasi Harga Lada Petani
Jumat, 04 Februari 2011 08:36
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 4/2 (SIGAP) - International Pepper Community (IPC) menyediakan informasi harga lada lokal dan internasional gratis melalui layanan pesan pendek kepada sebagian petani di daerah penghasil lada di Indonesia.

Direktur Jenderal Kerjasama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Gusmardi Bustami, yang saat ini menjabat sebagai Ketua IPC meluncurkan layanan penyebaran informasi harga lada melalui layanan pesan pendek tersebut di Sekretariat IPC Jakarta, Jumat.

"Saat ini, sebagian besar masyarakat sudah memiliki telepon genggam dan ini akan menjadi alat yang efektif untuk menjangkau petani lada," katanya.

Ia menjelaskan, pada tahap awal, informasi harga lada disebarkan ke nomor telepon genggam 100 petani penghasil lada di Lampung dan Bangka yang sudah masuk ke daftar IPC.

Baharudin, seorang petani lada di Lampung, merupakan salah satu penerima layanan informasi harga tanpa bea dari IPC tersebut.

"Saya sudah terima. Ini bermanfaat bagi kami untuk mengetahui informasi harga," kata Baharudin melalui sambungan telepon ketika dihubungi Ketua IPC dari Jakarta.

"Kami berharap informasi harga ini bisa menjadi referensi bagi petani dalam melakukan perdagangan lada," katanya.

Gusmardi mengatakan selanjutnya IPC akan memperluas layanan kepada petani, kelompok petani, pedagang dan penyuluh pertanian lada di wilayah Indonesia yang lain serta negara anggota IPC lainnya, seperti India, Brasil, Malaysia, Srilanka, dan Vietnam.

Sebelumnya, IPC menerbitkan informasi harga lada mingguan di negara produsen maupun pusat perdagangan dunia seperti New York dan Eropa dalam "Weekly Prices Bulletin."

Dalam sidang tahunan IPC di India bulan November 2010, perwakilan negara-negara anggota IPC sepakat untuk memperluas penyebaran informasi tersebut kepada petani.

Layanan informasi harga lada IPC diharapkan dapat memberikan informasi mengenai harga rata-rata harian lada dari semua negara anggota IPC kepada petani, kelompok petani, pedagang dan penyuluh utama di daerah penghasil lada, sehingga mereka bisa merespon perkembangan harga secara cepat.

Direktur Eksekutif Sekretariat IPC, S. Kannan, menjelaskan, IPC mengumpulkan dan mengolah informasi harga lada yang diperoleh dari asosiasi eksportir yang ada di negara-negara anggota IPC.

Menurut dia, data harga biasanya diterima dan dikumpulkan IPC pada Jumat dan kemudian diolah untuk disebarluaskan kepada petani dan kelompok petani di sentra produksi.

"Karena sebagian data harga lada yang diberikan dalam mata uang lokal negara yang bersangkutan, maka kami mengonversinya dulu ke dolar AS dengan kurs tengah yang ditetapkan bank central masing-masing negara. Di Indonesia, nilainya dikonversi lagi ke rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia untuk kemudian disebarkan melalui layanan pesan pendek kepada petani," jelasnya.

Menurut informasi IPC yang disebarkan ke petani, harga lada periode 24-28 Januari 2011 adalah sebagai berikut; lada hitam Lampung Rp38.250/kilogram, lada hitam India Rp42.350/kilogram, lada hitam Vietnam Rp41.200/kilogram dan lada hitam Sarawak Rp36.500/kilogram. Sementara lada putih Bangka Rp62.000/kilogram, lada putih Sawarak Rp57.750 per kilogram, lada putih Vietnam Rp58.800, harga ekspor lada putih Lampung Rp45.200/kilogram dan harga ekspor lada putih Bangka Rp66.450/kilogram. (Laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita