Senin, 28 Mei 2012
Bupati Kerinci Minta Warga Segera Garap Lahan Tidur
Jumat, 04 Februari 2011 04:42
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 4/2 (SIGAP) - Bupati Kerinci H Murasman di Kerinci, Jum'at (4/2) menginstruksikan warganya untuk segera menggarap lahan-lahan tidur yang kini banyak terlantar di daerah itu.

"Warga Kerinci harus segera bangkit dan segera bekerja menggarap lahan tidur yang kini banyak terbengkalai. Harus diingat, sejak dulu warga Kerinci terkenal sebagai petani yang memiliki etos kerja luar biasa, kenapa sekarang berubah," kata Bupati.

Menurut Bupati, bumi Kerinci terkenal dengan kesuburannya, apa saja yang ditanam pasti tumbuh, namun sekarang justru banyak lahan yang terlantar dan tidak produktif lagi, hal tersebut antara lain dikarenakan etos kerja petani Kerinci sudah menurun.

Sudah banyak yang menyerah kalah pada keadaan, karena ketatnya berbagai aturan penggarapan lahan dari Pemerintah terkait keberadaan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Selain itu kondisi harga komoditi pokok pertanian yang jarang naik membuat kebanyakan masyarakat tidak mau bertani lagi.

"Saya prihatin, kini sudah tidak asing lagi ada petani justru beli sayur ke pasar, beli bumbu masak. Ini sungguh menyedihkan, sementara lahan pertanian banyak yang terlantar," kata Murasman.

Oleh karena itu, dirinya menggugah kembali etos dan semangat petani Kerinci untuk kembali direvitalisasi, apalagi saat ini harga beberapa komoditi seperti cabe, kopi bahkan kayu manis sudah mulai menunjukkan peningkatan signifikan.

"Kesempatan ini harus segera dimanfaatkan, Dinas instansi terkait seperti Distan, Disnak, BP4K segera bertindak nyata.," katanya

Berdasarkan data Dinas Kehutanan Kerinci, saat ini sedikitnya terdapat 300 hektare lahan tidur yang tersebar di beberapa kawasan Kerinci hulu dan hilir. Umumnya lahan-lahan tersebut telah terbengkalai sejak berpuluh-puluh tahun lalu.

Umumnya lahan terbengkalai tersebut berbentuk bukit-bukit gersang yang hanya ditumbuhi ilalang dan resam serta sebagian kecil pinus Kerinci. Lahan-lahan tersebut umumnya berstatus tanah ulayat atau tidak ada pemiliknya secara pribadi, karena itu semua petani bisa dan berhak mengolahnya, tanpa harus membayar atau membeli lahan tersebut kepada siapapun.

"Tidak ada lahan yang tidur, tidak ada lahan yang tidak produktif apalagi lahan Kerinci terkenal subur, tongkat saja ditanam bisa tumbuh. Yang ada hanya petani-petani yang tertidur, mati suri, silahkan garap. Pemerintah mengizinkan siapapun yang mau menggarap, bahkan akan membantu," kata Bupati Kerinci. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita