Senin, 28 Mei 2012
Sebanyak 21 KK Mengungsi Akibat Lonsor Di Jember
Jumat, 04 Februari 2011 04:36
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 4/2 (SIGAP) - Sebanyak 21 kepala keluarga (KK) mengungsi akibat tanah longsor di Kebun Kaliklepuh, Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (4/2).

Salah seorang warga setempat, Anto Wijaya mengatakan, hujan deras yang terjadi selama beberapa hari di kawasan setempat menyebabkan Lereng Argopuro longsor di sekitar pemukiman warga.

"Tidak ada korban jiwa, namun warga masih trauma dengan kejadian banjir bandang pada tahun 2006 yang menewaskan sekitar 100 orang, sehingga kami segera mengungsi ke tempat yang aman," tuturnya.

Dirinya menjelaskan, suara gemuruh tanah longsor pada Kamis (3/2) sore menyebabkan warga panik dan sebagian warga sudah mengungsi pada Kamis (3/2) malam.

"Tenda-tenda bekas yang masih disimpan warga digunakan sebagai tempat untuk mengungsi di kawasan Lerok yakni kawasan yang lebih tinggi dan aman dari longsor," paparnya.

Sebagian besar para pengungsi, kata dia, bekerja sebagai buruh perkebunan di Kebun Kaliklepuh milik Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP).

"Hingga hari ini, kami belum mendapatkan bantuan makanan dari pemerintah setempat dan kami akan bertahan di tenda-tenda pengungsian," katanya menjelaskan.

Andi mengaku tidak tahu pasti kapan warga akan kembali ke rumah masing-masing karena warga Kebun Kaliklepuh masih trauma dengan kejadian banjir bandang tahun 2006.

Sementara Ketua LSM Forum Komunikasi Anak Bangsa (FKAB), Suharyono, mengatakan sedikitnya ada tiga titik longsor yang terjadi di Afdeling Kebun Kaliklepuh dan Afdeling Gunung Pasang.

"Warga merasa aman mendirikan tenda-tenda pengungsian di kawasan Lerok karena lokasinya aman dari tanah longsor," tuturnya usai memantau lokasi pengungsian di Kebun Kaliklepuh.

Dirinya menjelaskan, tidak ada korban jiwa dalam bencana tanah longsor tersebut dan rumah warga tidak rusak diterjang longsor, namun mereka masih trauma dengan peristiwa banjir bandang di Kecamatan Panti tahun 2006.

Akibat kejadian itu, Andi mengimbau perangkat desa setempat dan pihak Perusahaan Daerah Perkebunan segera menyalurkan bantuan bahan makanan yang sangat dibutuhkan di tenda-tenda pengungsian. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita