Senin, 28 Mei 2012
YPAM Bojonegoro Gelar Pelatihan Agribisnis
Jumat, 04 Februari 2011 03:53
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 4/2 (SIGAP) - Yayasan Panti Asuhan Muhammadiyah Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar pelatihan agribisnis selama dua hari yang diikuti anggota lembaga masyarakat yang mengakar di masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.

Demikian dikatakan Ketua Yayasan Panti Asuhan Muhammadiyah (YPAM) Bojonegoro Abdul Wachid didampingi sekretarisnya, Supatmo, di lokasi pelatihan di Desa Sukorejo, Kecamatan Kota, Kamis (3/2).

Menurut Abdul Wachid, pelatihan itu bertujuan meningkatkan kemampuan jajaran lembaga masyarakat yang mengakar di masyarakat (LM3) di Indonesia.

Pelatihan diikuti sekitar 20 perwakilan dari LM3 dari berbagai daerah di Indonesia.

Materi pelatihan di antaranya teori pengembangan agribisnis dengan nara sumber Ir Ajat Jatnika, M. Sc dari Widyaiswara Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Bandung.

Selain itu, peserta mendapatkan pelajaran praktik pengembangan agribisnis yang dikembangkan di YPAM Bojonegoro, mulai pertanian, peternakan dan perikanan.

Menurut Abdul Wachid, YPAM Bojonegoro sejak 2010 masuk dalam kategori LM3 Model yang bisa dijadikan sebagai lokasi pembelajaran bidang agribisnis.

"Karena ditunjuk sebagai LM 3 Model, kami harus mendampingi LM3 di berbagai daerah untuk bisa berkembang," kata Supatmo.

Pengembangan yang dilakukan, kata dia bertumpu pada kekuatan bidang agribisnis sebagaimana yang dikembangkan di YPAM Bojonegoro.

Dirinya menggambarkan, di panti setempat yang memiliki 60 anak asuh lebih itu, sudah beberapa tahun melakukan pengembangan ternak sapi dan sapi perah.

Lainnya adalah pertanian dan perikanan yang mampu menopang ekonomi anak asuh di panti setempat, bahkan sejumlah anak asuh yang melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi atas biaya panti. "Kami juga mengirimkan sejumlah anak asuh magang bekerja ke Jepang," katanya.

Dirinya berharap peserta pelatihan yang semuanya dari basis pondok pesantren tersebut bisa meningkatkan sumber daya manusia dan mengembangkan agribisnis di daerahnya masing-masing. "Prinsipnya LM3 harus mampu mandiri di bidang agribisnis, berani mengambil keputusan sendiri, tanpa bergantung dengan lembaga lain," katanya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita